Showing posts with label Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Kehidupan. Show all posts

Tuesday, May 24, 2016

Friendship never ends...

Memiliki sahabat kecil adalah karunia yang tak terhingga... mereka ada disaat aku bahagia, sedih, dan segalanya... Tak ada yang perlu ditutupi, mereka mengenaliku dan memaklumiku apa adanya...

Ada yang kukenal saat aku bahkan belum sekolah. Belum bisa membaca. Belum bisa menulis. Belajar ngaji bersama. Indahnya bila diingat ingat kenangan itu...

Dan sebagian besar persahabatan kami dimulai saat kami masih dibangku SD kelas 2. Tahun 1977, or 1978? Ah... sudah lama sekali..

Banyak yang aku ingat, tapi lebih banyak lagi yang tak kuingat. Temanku berkata, banyak lupa itu adalah preseden buruk terhadap insitusi sekolah ku dulu... halah.

Biarlah aku simpan semua kenangan itu. Sesekali bolehlah kiranya kalian mengingatkan yang manis itu.

Kita akan terus bersama sampai nanti... bahkan sampai hayat tak dikandung badan. Insyaallah.

Sahabat, panggil aku bila kau tak menemukan aku nanti di surga ya...

@ PMPP Sentul. 22 May 2016
Credit to Fani and Mas Dikdik. Thank you... :)

Wednesday, April 17, 2013

SYUKUR


Beberapa waktu lalu, farewell party untuk pak Kardi diselenggarakan di Raja Rasa Restoran di kawasan Jl. Ampera, Jakarta Selatan. Sipakah pak Kardi? Beliau adalah salah satu prajurit (atau kesatria?) dari team sales di perusahaan tempatku bekerja. Perlu dicatat, Pak Kardi akhirnya benar2 pensiun untuk menikmati kehidupan di masa tuanya setelah melalui 2 kali perpanjangan masa kerja. It seems that company cannot release him easily, mengingat attitude-nya yang luar biasa. Pak Kardi adalah legenda, the role model, yang terus bisa menjaga semangat dalam bekerja.

Satu pertanyaan besar buatku, bagaimana Pak Kardi yang bekerja hampir selama 30 tahun dapat menjaga semangat, motivasi, passion-nya dalam bekerja. Apakah karena kebutuhan hidup, karena keluarga, istri, anak atau cucu? Atau ada peristiwa besar lain dalam hidupnya? Dan… malam itu misteri itu terpecahkan J

Dalam “pidato” perpisahannya, Pak Kardi menceritakan “sejarah” kerjanya mulai dari awal di perusahaan ini. Dengan back ground pendidikan yang tidak memenuhi syarat, dia berhasil bergabung dan bekerja di perusahaan yang menurut dia cukup besar. Bahkan besar untuk ukuran dunia. Semua karena dia selalu menunjukan semangat kerja diatas rata2. Selalu men-deliver pekerjaan yang lebih baik/besar dari yang diminta darinya.

Waktu itu, saat salesman tidak masuk, Pak Kardi sebagai driver langsung menawarkan dan mencari order sendiri. Dan seorang petinggi memperhatikan itu.

Pelajaran apa yang aku dapat dari sesosok Pak Kardi? Beliau sangat mensyukuri apa yang didapatkan dalam hidupnya. Sebuah pekerjaan dari sebuah perusahaan besar multinasional, yang pada akhirnya dapat terus memelihara motivasi dan semangatnya dalam bekerja.
Hmmm… dibandingkan dengan aku dan mungkin kebanyakan kita yang lebih sering mengeluh dengan apa yang terjadi pada kehidupan ini, Pak Kardi memang layak menjadi seorang Legend.

Monday, January 14, 2013

Masak-masak sendiri... Makan-makan sendiri... :)

Finally I have time to do some cooking. And most of it were for a very first time! :D


Fetucinne
Mashed Potato
Off course Burger
Persiapan Kedelai Bubuk Lebaran
Apel Kismis Jeruk... Kecuuutttt!
Nugget Ayam for Alif
My very first Sop Kambing

Balado Paria Kentang
Mie Goreng
Opor Ayam

Steam Kerapu, maksudnyahhh
In the original form of Bolu Kukus
My very first Urap. Maknyusss!!
Special Sweet Pop Corn
Bolu Kukus
Jagung Bakar
Rambutan
Susu Soda

Membaca

Iqra. Bacalah!

Kepekaan hati nuraniku sepertinya sedang dibukakan oleh Allah. Aku sedang senang mengikuti tausiah Ustadz Yusuf Mansur melalui youtube. Wisata Hati, siaran harian subuh di sebuah stasiun televisi. Memang benar, sedikit saja kita melangkah kepadaNya maka Dia berlari menuju kita. Mudah2an.

Setelah pertemuan dengan bapak dan 2 anaknya di mini market itu, tiba2 aku teringat teman kerja lamaku. Sudah lama sekali aku mengiyakan untuk bertandang ke rumahnya saat dia mengundangku dulu. Tapi selama ini terasa berat karena tempatnya yang jauh. Tapi hari itu, walau hujan sepanjang hari, hatiku terasa ringan melangkah untuk bersilaturahmi dengannya.

Aku menanyakan sekali lagi via sms, dimana alamat rumahnya. Dia memberikan ancer-ancer ke rumahnya. Terbesit sebuah pertanyaan, kenapa yang diberikan adalah arah sedangkan aku bertanya alamat?

Alhamdulillah, walau hujan, perjalanan sangat lancar. Mungkin memang perjalanan silaturahmi dimudahkan olehNya. Sampailah aku di suatu desa di Cikande, Serang. Memasuki rumahnya, aku sempat terhenyak dengan keadaan rumah temanku ini. Diluar dari lingkungannya yang asri, bahan bangunan rumahnya murni terbuat dari gedek. MasyaAllah. Benar-benar tidak kusangka kehidupan dia dan keluarga nya selama ini. Tapi, bertolak belakang dengan persepsiku yang ada dalam benakku, aku menangkap aura ketenangan di dalamnya. Kebahagiaan keluarganya, anak2nya yang pintar dan sehat, rumah yang bersih dan wangi. Apakah ini gambaran keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah? InsyaAllah.

Satu pelajaran yang aku dapat hari itu, bahwa kehidupan yang sederhana pun ternyata bisa membawa ketenangan dan kebahagiaan. Siapa bilang mempunyai rumah berdinding bambu, beralas tanah selalu  membuat seseorang bersedih hati, berkeluh kesah? Di dalam keterbatasan hidupnya, dia Diana temanku, hidup berbahagia bersama keluarganya. Alhamdulillah.

Senang aku mendengar Mbak Ning, kakak Diana, yang bertempat tinggal bersebelahan, membuat kue-kue kecil dan menjajakannya berkeliling. Terkenal dia di daerah itu sebagai si tukang kue. Bukti bahwa beliau tidak berpangku tangan tapi berusaha sekuat tenaganya. Subhanallah...

Ya Allah, terimakasih atas satu lagi pelajaran hidup yang kau berikan padaku. Bersyukur dan menerima suratanMu adalah yang terpenting...

Pertemuan di sebuah Mini Market



Selasa, 8 Jan 2013

Siang ini dlm perjalananku menjemput anakku pulang sekolah, aku mampir di sebuah mini market. Masih ada waktu krn Alif mengikuti ekstra kurikuler hari ini, sehingga pulang lebih lama dari jadual biasanya.

Tujuan utamaku sebenarnya mengambil uang di ATM, tapi kemudian spt biasa akhirnya aku belanja lihat ini dan itu. Kebanyakan sih snack karena kebutuhan utama biasanya sdh sedia di rumah.

Saat melihat2, aku berpapasan dg seorang bapak dan 2 anak nya yg masih kecil. Perempuan dan lelaki. Mungkin mereka masing-masing sekolah kelas 1 dan 4 SD. Si bapak dari penampilannya, aku menilai, mungkin berprofesi sebagai tukang ojek. Umurnya tidak lagi muda. Sekitar 50 tahun, mungkin.

Sang bapak langsung menuju rak sabun colek, dan sang anak berlarian ke sana kemari mencari kebutuhan belanja mereka.

Seketika perhatianku tertuju kepada mereka. Sama sekali tak menghampiri lorong makanan atau minuman, satu hal yg sangat berbeda dengan aku. Aku mahfum, mereka hanya mencari kebutuhan utama mereka.

Si anak perempuan yang lebih besar, terus membantu dan mengingatkan ayahnya, apa saja yang perlu mereka beli. 1 sachet sabun colek ukuran agak besar, 4 buah sabun mandi yg berharga seribuan, 1 botol kecil minyak kayu putih, 1 botol bedak powder dan terakhir 1 botol minyak wangi semprot. Tak yakin, yang terakhir seperti yang diminta ibu mereka atau keinginan si anak :).

Ketika aku mengerti dalam belanjaan mereka tidak ada makanan kecil yang biasanya disukai anak-anak, aku merasa sedikit terusik sekaligus terenyuh. Ini sama sekali berbeda dari kebiasaan sebagian besar anak2, kebiasaan anakku, yang seringkali merengek minta makanan kecil. Sepertimya aku tahu anak2 itu memahami keadaan orang tuanya atau mungkin bahkan tidak terbiasa makan makanan kecil (snacking)?, sehingga mereka tidak memintanya? ¯\_(ツ)_/¯ entahlah .

Seketika aku ingin menyenangkan anak2 itu, membelikan permen, biskuit dan susu. Sekedar membuat anak2 itu sedikit mencicipi makanan yg biasa aku makan.

Bergegas aku mengambil produk makanan dan minuman yang kumaksud dan bergegas ke kasir berusaha mendahului mereka membayar.

Setelah transaksi selesai, segera aku serahkan bungkusan plastik untuk anak2 itu dan kuserahkan kepada sang bapak lalu pulang.

Satu pelajaran nyata yg sangat berharga buatku. Bahwa betapa beruntungnya aku dg kehidupanku sekarang yang seharusnya tidak aku sia-siakan. Mengajari aku satu bab pelajaran berhemat. MasyaAllah.

This story might not an extraordinary to some people. But for me, it is indeed.

Terimakasih ya Allah, atas pelajaran kehidupan yang kudapat hari ini...

Ya Allah, jadikanlah aku, anakku dan keluarga orang2 yg selalu bersyukur padaMu. Tidak kufur akan nikmatmu. Berikanlah kami rejekiMu yang halal dan berkah. KepadaMu lah kami berlindung.

"Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang engkau dustai?"

Subhanallah walhamdulillah.

Tuesday, December 4, 2012

2012 almost End!!


*

Soon we will welcoming new year, 2013. Time flies... What I learned this year? I do hope I becoming a wiser person...

Tuesday, February 21, 2012

Welcoming Year of BLACK Water Dragon 2012!!

.
Isi tulisan ini sepertinya tidak ada hubungan dengan judulnya. Hanya sekedar tanda memulai tulisan baru di 2012. Udah gak pantes juga still saying like that, secara Februari aja udah mau abis... One think, it is a "Black" Dragon Year, which I believe most of us might not reliased it. Chinese said we might see something unexpected happening in 2012. Just be prepared!, I suggest.

Tak terasa yah... dimulai 21 April 2008, berarti sudah hampir 4 tahun blog ini ada.

Tentu saja ada banyak cerita di dalamnya. 4 tahun berlalu, 4 tahun bertambah usia. Hmmm... keponakan saja sudah bertambah 3 anak. Wow! Semakin mantap jadi budenya. Haha. Seharusnya harus makin bijaksana. Tapi... sepertinya tidak semua berjalan seperti yang seharusnya. Banyak kemajuan, tapi ada juga mungkin kemunduran. Dan pasti banyak yang juga hanya jalan di tempat.

Seperti biasa, I would let my life just go with the flow... Gak ada cita2 or keinginan khusus. Payah! Katanya kalo mau jadi orang sukses harus punya visi yang jauh ke depan. Dulu waktu kecil diistilahkan dengan "Gantungkan cita-cita mu setinggi langit!". Tapi kenapa ya ternyata aku selalu kembali lagi ke zona yang sudah nyaman ini. Malas mencapai sesuatu yang lebih. Apakah artinya aku sudah terlena dengan segala kemudahan hidup yang aku dapat? Astagfirullah...

Eh, ternyata menulis juga memaksa aku bertafakur ya... Terapi yang baik.

Ya sudahlah, sementara sampai di sini saja. Kasih makan ikan tuh yang ada disamping... ;)

Oiya, Alif anakku sudah semakin besar. Kelas 4 SD dia. Sudah lebih mandiri. Sudah bisa mengingatkan ibunya :D. Sudah punya kebiasaan dan budaya yang baik. Tapi ada juga budaya yang jelek. Tugasku membimbingnya. Semoga bisa... amin.

.

Thursday, February 24, 2011

Hello...

It's been quite long time from the last visit. There are many things happened during the time. Sadness and happiness, as always in our life.

Just want to say HELLO to 2011. Hope this year better than last year... Amen.

Sunday, August 15, 2010

Pajak oh Pajak!

Dalam perjalanan pulang kantor 2 hari yang lalu, tiba2 saja terlintas di pikiranku tentang pajak di negeri ini sambil menikmati jalanan lengang malam itu.

Kalau tidak tengah malam seperti itu mana mungkin bisa berkendara senyaman ini?? Hanya memerlukan 20 menit sampai di rumah. Padahal biasanya bisa sampai 2 jam! Hhhhhh....

Bukankah seharusnya pemerintah bekerja UNTUK rakyat? Menyejahterakan kehidupan rakyat? Dan bukankah kami, para pekerja ini, juga sudah melakukan kewajibannya dengan membayar pajak? Tak ada pilihan (sambil tersenyum miris :( ), pajak langsung dipotong dari gaji demi memenuhi peraturan negara. Dan setelah itu masih juga harus membayar pajak saat membelanjakan uang dari penghasilan yang sudah dipotong itu. Mau makan di restoran bayar pajak, mau minum bayar pajak, berbelanja berbagai keperluan bayar pajak, bahkan menabung sisa uang yang kadang dipaksakan juga bayar pajak! Jadi kalau dihitung-hitung berapa banyak sebetulnya kami harus membayar pajak dalam sebulan?? Banyak! Dan itu tidak hanya dari SEORANG pekerja seperti aku, yang harus bekerja untuk memastikan pendidikan terbaik untuk anaknya, yang harus bekerja untuk kesejahteraan keluarganya, tapi juga dari SEMUA pekerja di negeri ini! Dan berapa banyak pekerja di negeri ini?? Banyak sekali! Wah, pasti seharusnya (lagi) negara punya cukup dana untuk menjalankan pemerintahan dan menyejahterakan (lagi) rakyatnya HANYA dari pajak yang dikumpulkan. Bukankah demikian??

Tapi apa yang terjadi di negeriku?? Rakyat masih saja kurang sejahtera! Padahal banyak orang berlomba2 ingin menjadi kepala pemerintahan! Buktinya gambar wajah mereka ada dimana-mana. Tentu saja ini terlepas dari kemampuan mereka bila terpilih nanti. Wajah mereka ada di papan billboard yang besar, di spanduk jalan-jalan, di tiang2 pinggir jalan, di pagar-pagar banyak bangunan seperti rumah2, pabrik, toko-toko, dll, dst... Bahkan ada lho yang mampu mengiklankan dirinya melalui layar televisi! Tak habis pikir kenapa ada sebagian orang sangat 'ngotot' dengan kekuasaan itu?? Apakah iming2 pendapatan yang akan didapatnya sedemikan besar sampai rela pula dia ber"investasi" demikian besar agar wajahnya dikenal orang? Harapan pada akhirnya dia akan dipilih orang?? Tak habis pikir pula dari mana dia mendapatkan modal 'investasi' itu? Wallahualam...

Lalu apa yang terjadi setelah mereka berkuasa? Banyak "janji manis" yang ditebar terlupakan begitu saja, setelah menikmati "manis"nya kekuasaan itu. Tidakkah mereka ingat bahwa setiap dari kita akan dipertanyakan tanggung jawabannya di hari akhir nanti?? (Ya Allah, ampunilah para pemimpinku. Berilah petunjuk kepada para pemimpin negara ini.)

Lalu apa pula yang mereka perlakukan dengan dana yang dikumpulkan dari pajak? Dari keringat rakyatnya?? Dari keringatku? Dari tangis dan darahku? (hehehe... lebay!). Dalam sekejap mereka bisa saja lupa dan hanya mengumpulkan uang sebanyak2nya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri. Apakah itu yang mereka inginkan dari kekuasaan? Bertindak sekehendak hati, membenarkan segala tindak tanduknya. Tidak ingin menyinggung sikap arogan yang juga mungkin sekonyong-konyong mereka perlihatkan saat berkuasa seperti menghentikan lalu lintas saat mereka melintas dikawal banyak orang yang wajib dipertanyakan perlu tidaknya! Apakah mereka tidak sadar bahwa tidak hanya mereka yang berkepentingan? Rakyat kan juga punya banyak kepentingan seperti mereka juga?? Kepentingan pekerjaan, kepentingan keluarga... Hhhhh...

Ngomong2 soal jalan, pernah aku dengar di suatu negara bahwa bila sudah sampai BEP maka rakyat dibebaskan membayar Tol (ah, seandainya...). Dan alokasi area jalan tol pun lebih kecil dibandingkan jalan biasa sehingga rakyat punya pilihan untuk lewat jalan tol dengan membayar atau memilih jalan biasa yang seharusnya tidak terlalu berbeda kenyamanannya dengan alasan jalannya lebih lebar.

Jadi ngelantur. Kembali ke soal pajak dan kekuasan, lalu bagaimana dengan kesejahteraan rakyat yang amat sangat didambakan itu? Berapa banyak rakyat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan? Berapa panjang jalan yang sangat amat berlubang dalam? Berapa banyak orang yang terpaksa merambah lahan orang lain untuk berjualan kaki lima? Tampaknya pula mereka lebih senang mengumpulkan uang untuk mendanai dan memastikan bahwa mereka akan menjabat lagi setelah masa jabatan yang sekarang habis nanti. Ya Allah... koq kayaknya jadi lingkaran setan seperti ini ya??

Semoga saja pemikiranku ini tidak benar walau apa yang aku alami dan rasakan sebagai rakyat ya seperti ini. Semoga negeriku ini cepat menjadi negeri yang sejahtera dengan segala berkah alamnya. Amin.

Tuesday, August 3, 2010

Kejutan Basi!


Jumat, 16 Juli 2010

Pagi ini aku mendapatkan sebuah kejutan. Manis… dari suamiku tercinta. Seuntai kalung mutiara beserta gelangnya. Hmm… dia tahu persis model seperti apa yang pasti bisa aku pakai, atau artinya ‘cukup’ aku pakai. :D

Tapi sebetulnya ini dimaksudkan untuk hadiah ulang tahunku yang baru lalu. Tumben2nya lho… Mmm… sepertinya sih ini untuk menebus rasa bersalah tidak berada disamping keluarga kecilnya pada hari itu. Padahal sekuntum bunga Anggrek (hidup! Lengkap dengan pot dan tanah :D) sudah diberikannya waktu dia pulang bepergian kemarin.

Kocak, dia lupa kalau dia sudah membelikan hadiah itu. Baru ingat setelah membongkar tas ‘doraemon’-nya pagi ini. Hahaha… suamiku… suamiku… “Sampun sepuh!”, katanya menirukan kata-kata dokter THT-ku waktu itu, lengkap dengan pesan,”Simpan yang benar. Jangan sampai hilang lagi seperti yang lalu!”. Hihihi… aku memang suka teledor!

Jadilah ini kejutan yang basi! Nggak apa-apa Ayah, terimakasih banyak atas perhatiannya,ya ... :-*

Friday, April 30, 2010

Aku Jatuh Cinta Lagi

Aku lagi-lagi jatuh cinta pada cerita sebuah novel. Kali ini tentang kehidupan seorang perempuan India yang terlahir dan bertakdir miskin sepanjang hidupnya. Apa yang dapat kupetik dari ceritanya. Tentang semangat untuk mengisi dan tetap hidup.

The Space Between Us – Jarak di Antara Kita dengan pengarang Thrity Umrigar. Cara nya bertutur panjang. Menggambarkan suatu saat begitu detail, kadang mendayu-dayu. Kadang aku hampir bosan membacanya, tapi pada saat yang lain tak sabar memahami ceritanya.

Sepanjang hidup dihantam dengan berbagai keadaan, merenggut kebahagiaannya…Harusnya ada yang lain yang bisa dilakukan perempuan bodoh yang tak bisa baca tulis itu. Harusnya dia percaya bahwa ada Dia Disana tempat bergantung. Tempat kita berkeluh kesah.

Lalu ada yang ini................cerita dari negeri sendiri. Sebuah kenyataan yang berbeda walau hidup di bumi yang sama.

Negeri 5 Menara - Wah… tak bisa berhenti membaca sebelum selesai. Subhanallah, buku yang sangat indah. Menggambarkan perjuangan seorang anak manusia dan 5 sahabatnya menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren modern di Jawa Timur. Memaksimumkan kemampuan diri sampai kebatas akhir. Man jadda wajada. Membuktikan cita-cita setinggi langit pun dapat dicapai dengan usaha, doa dan tawakal. Sesuai janji Allah SWT (betapa murah hatinya Ia).

Penggambaran cerita sangat menarik. Serius menerangkan kehidupan keras dan “ikhlas” didalamnya. Memulai hari pada pukul 4 dini hari, tak terhitung kegiatan tambahan lain yang menjadi pilihannya di malam hari, dengan jadual ketat yang tak bisa ditawar (Sungguh! Ada hukuman untuk yang melanggar!) sampai akhir hari pukul 10 malam. Tetapi ada juga bagian yang kocak, aku tertawa terbahak-bahak karenanya.

Yang ini sepertinya sekelas dengan “Laskar Pelangi”, tapi dengan gaya penuturan yang berbeda. Gaya bertutur yang rendah hati seorang Islam berpendidikan tinggi.

Ya Allah, mampukah aku membimbing anakku menjadikan anak seperti dia, Alif Fikri, tokoh utama di novel ini?

Friday, January 8, 2010

New Year 2010

Today is the 8th day of 2010. New Year has come... New Decade has been entered.

There are many wishes in my mind and do hope life is going smooth... not necessarily always going easy... and with rahmat Allah... always... Amin.

But...but... for sure I started the year with the gloomy feeling... but again I believe shiny day is waiting for me someday this year... :)

To all my family and friends,
(quoting from my friend's status in Facebook)
"Never regret a day in your life. Good days give you Happiness and Rahmat. Bad days give you Experiences and hikmah. Both are essential to life. Keep going... Happiness keeps you Sweet, Trials keep you Strong, Sorrows keep you Human, Failures keep you Humble, Success keeps You Glowing, But Only ALLAH keeps You Going. Happy new year all.."

Saturday, December 5, 2009

Bersyukur...

Karena sudah dicukupkan-Nya semua kebutuhanku
Karena sudah diberikan-Nya cinta-Nya kepadaku

Terimakasih ya Allah
Atas semua yang telah Kau anugrahkan kepadaku, kepada keluargaku
Jangan biarkan aku melupakan-Mu, bimbinglah aku selalu

Ya Allah
Ampunilah dosa-dosaku
Karena kepadaMu lah aku kan kembali

Amien

Tuesday, September 8, 2009

Again??

*
Ini adalah hari ke-18 berpuasa. Tapi aku sekali lagi harus menjalaninya di sini, di rumah sakit ini! Huh, gemessss.... kenapa harus rawat inap lagi sih? Aku kan ingin berkegiatan seperti biasa! Bisakah aku benar2 pulih??

Ya Allah, berilah aku kekuatan dan kesehatan. Amien...
_______________________________________

Baru saja dokter jaga datang, menjelaskan pertanyaanku tentang hasil rontgen. Dapat sedikit pencerahan. Aku harus cari tahu lebih banyak tentang penyakit yang bercokol ditubuhku ini untuk mulai memeranginya.

Ayo Nia! Kamu bisa! :D
*

Saturday, August 29, 2009

It's been a week...

Puasa sudah seminggu berlalu...
Semoga tetap lancar sampai akhir nanti.
Amien...

Wednesday, August 26, 2009

Puasa

*
Marhaban Ya Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga kita semua diperkenankan mendapatkan segala keberkahan bulan suci ini dan diberi kemudahan dalam menjalankannya. Amien...

*

Monday, August 10, 2009

Mukena-ku Hilang Separuh!

-
Aneh... bukankah mukena belakangan ini (mengikuti trend yang ada) memang selalu berpasangan2 - bagian atas (rukuh/kerudung panjang) dan bagian bawah (serupa/pengganti sarung)? Tetapi mengapa setelah melalui proses pembersihan seperti biasa alias dicuci dan setrika oleh "asisten" baru-ku itu cuma kembali sebahagian? Alias cuma bagian atas saja! Kemana yang bagian bawah-nya ya??

Padahal mukena yang satu ini punya nilai historis tersendiri karena ia datang dari sasrahan di upacara perkawinanku dulu. Aduh... :(

Aneh!
Pertanda apa ya ini? *hiks*

-

Sunday, August 9, 2009

Trying to be Happy

*
Because I do have reasons to be happy...
Because Happy can be every where and at any time...
*

Tuesday, April 21, 2009

Hidup adalah Sebuah Proses Belajar

Setiap dari kita tumbuh dewasa di dalam lingungan yang berbeda, keluarga yang berbeda, pendidikan yang berbeda, baik itu pendidikan di dalam keluarga maupun pendidikan formal sekolah. Kita tumbuh dan terus belajar dengan cara berinteraksi dengan sekeliling kita. Berinteraksi dengan panca indera kita. Dengan apa yang kita dengar, kita lihat, kita raba, kita rasa, kita pegang, bahkan yang kita baui. Dan pada akhirnya cara kita bereaksilah yang nantinya menunjukkan apakah kita cukup dewasa atau tidak...

Kadang tanpa kita sadari... setiap detik yang kita lalui akan selalu menjadi pengalaman baru dalam hidup kita. Dan waktu itu tak akan pernah kembali lagi. Karena itu tidakkah seharusnya kita tidak menyia-nyiakan waktu kita? Berkegiatanlah sebaik-baiknya tetapi tetap beristirahatlah dengan cukup.

Pengalaman hidup yang berbeda inilah yang membuat kita berbeda satu sama lain. Seberapa optimis-nya kita terhadap hidup juga terbentuk dari pengalaman2 hidup itu.

Kritis, terus mengasah rasa keingin tahuan, tidak gampang berputus asa, dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih unggul dari yang lain.

Tapi terkadang pengalaman yang tidak mengenakkan adalah pengalaman yang sepertinya mau tak mau terus melekat dipikiran kita. Padahal sama dengan pengalaman menyenangkan, pengalaman yang tidak mengenakkan ini memang harus kita lalui.

Life is about a Learning Process

Kita harus mau tak mau berdamai dengan pengalaman menyakitkan yang tidak mengenakkan itu... Belajar menerima bahwa itu adalah memang pengalaman hidup kita.
Memang mungkin proses ini membutuhkan proses yang sangat amat panjang, membutuhkan waktu sangat lama, yang bahkan puluhan tahun bukanlah waktu yang kadang2 tidak mungkin. But life must go on... Tak mengapa kita meletakkan pengalaman tak mengenakkan itu berjalan bersisian dengan pengalaman-pengalaman baru kita untuk sementara yang mungkin juga tidak mengenakkan, dengan tingkat yang berbeda. Tapi sungguh, bila kita sudah melaluinya pasti akan merasakan "manis" dari setiap pengalaman hidup kita... Semoga.

Kita harus melalui semua pengalaman hidup kita. Mau tak mau. Jangan pernah bertindak sebagai pengecut untuk menghindarinya.

Dalam perjalanan hidup, kita selalu berhadapan dengan sesuatu yang baru atau sesuatu yang kita pikir baru. Proses pengevaluasian menjadi penting agar kita tidak terjebak pada kesalahan yang sama. Tapi memang benar, terkadang apa-apa yang kita ketahui tidak sejalan dengan apa-apa yang kita lakukan. Contoh? Merokok berbahaya bagi kesehatan. Tapi masih banyak diantara kita tetap merokok dengan berbagai alasan pembenarannya.

Karena itu pengalaman rohani kita menjadi penting. Akal jauh lebih tinggi kedudukannya daripada keberadaan fisik. Karena semua yang kita lakukan tentu adalah perintah dari akal, bukan?

Lalu, kata-kata kunci apa rupanya yang paling ampuh membuat kita hidup lebih baik??

Saya lebih senang menggunakan istilah pengalaman hidup dibanding persoalan hidup. Karena mau tak mau persoalan hidup harus juga kita lalui. Kita hadapi dan bukan kita hindari. Penggunaan kata ini sepertinya lebih positif sebagai input akal atau otak kita.

Waktu kita kecil, we always being told. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. Harus begini harus begitu. Harus segini tidak segitu :)

Tapi dengan bertambahnya umur kemampuan kita berkembang. Kita sudah mulai tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Dan pada akhirnya kita sudah bisa menentukan ini yang boleh dan ini yang tidak. Walau mungkin disana ada grey area yang kita biarkan tetap abu-abu atau kita putuskan hitam sekalian.

Hidup adalah pilihan. Tapi jangan lupa bahwa resiko terhadap semua pilihan kita itu ada. Bijaksana dalam memilih pilihan hidup, mungkin itu kata kuncinya. Bijaksana. Ya... mungkin itu.

Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk menjalani hidup ini dan selalu dalam lindungan dan hidayah -Nya. Amien... ya robbal alamien...

Sunday, March 8, 2009

Perjumpaan

*
What a day!

Hari ini aku bertemu dengan sekumpulan teman perempuanku yang pernah aku kenal dalam 1 tahap hidupku. Sangat menyenangkan. Entah mengapa aku merasakan aura positif berada di dalamnya. Alhamdulillah.

Lebih dari 20 tahun yang lalu kami dipertemukan dalam sebuah kompetisi. Hm... rasanya aku kurang menyukai kata 'kompetisi' ini, tapi... memang itulah yang terjadi. Kompetisi pencarian gadis terbaik diantara kami. Kami terseleksi dari sekian banyak peminat karena dianggap berprestasi untuk usia kami saat itu.

20 tahun telah berlalu. Kami terpisah oleh waktu dan jarak. Tak pernah contact sekalipun. But... thanks to Facebook, we've been meet again today!

Setiap dari kami tentu tumbuh dalam lingkungannya masing2. Dalam lingkungan keluarga, sekolah, rumah... dan akhirnya dalam keluarga kecil yang kami bina dengan para suami dan anak-anak. Masing2 tumbuh dewasa dan segala pengalaman hidupnya.

Memang seperti itulah seharusnya hidup. Setiap dari kami harus mencari penghidupannya masing2. Bukankah memang itu yang dijanjikan oleh-Nya? Setiap hambanya memiliki rejekinya masing-masing?

Tumbuh dewasa adalah bukan pilihan tapi adalah keharusan dalam kehidupan. Bagaimana kita menjadikan diri kita dewasa adalah masalah lain yang harus diusahakan oleh masing-masing individu.

Sebaik-baiknya hidup seseorang menurutku adalah yang IKHLAS menerima keadaan hidupnya dan terus berusaha untuk terus tetap dalam keadaan ikhlas. Tapi ikhlas bukanlah sama sekali berarti orang pasrah (negatif) yang tidak mau berusaha untuk memperbaiki hidupnya.

Tahap selanjutnya setelah ikhlas adalah SYUKUR. Dan bila kita sudah dalam keadaan ini maka kita akan TENANG untuk memikirkan langkah2 selanjutnya untuk hidup kita agar terus menjadi lebih baik. Lebih ber-empati terhadap keadaan sekeliling dan melakukan sesuatu untuk orang-orang di sekeliling kita.

Hm... menulis ini sepertinya memaksa diriku untuk berpikir APAKAH HIDUP itu? Semoga aku sudah berada didalam jalur yang benar. Amien.

Baru minggu lalu aku merasa sangat happy menjadi orang yang sangat beruntung dengan segala rejeki yang diberikan olehnya. Tapi minggu ini aku merasakan kebalikannya. Up and down teruss....

Jujur, aku masih merasa terus berada dalam pencarian. Masih gelisah. Walau aku tahu seharusnya terlalu banyak hal yang harus aku syukuri dalam kehidupanku. Mempunyai suami taat beragama yang sangat baik perangainya dan seorang anak yang menentramkan hati adalah salah satunya. Belum pernah mengalami masalah keuangan/ekonomi yang amat sangat parah adalah hal lainnya. Semua berjalan baik-baik saja...

Tapi kenapa dengan yang baik-baik itu aku tetap merasa gelisah??? Aku merasa kekuranganku adalah tidak teguh! Tidak teguh dalam mencari jawaban atas kegelisahanku. Sesekali merasa dapat titik terang, tapi kemudian hilang lagi. Tapi tentunya aku tak mau menghadapi masalah yang amat sangat berat untuk membuatku menjadi lebih teguh mencari jawaban-jawaban atas pertanyaanku! Naudzubillah minzalik.

Sepertinya ya... aku memang tidak teguh melakukan apa-apa yang perlu aku lakukan. Contoh kecil, rajin minum obat misalnya. Tidak terus menerus mengikuti keinginan untuk makan enak. Telaten mendengarkan celoteh anakku. Hm... dan banyak lagi.

Mula-mula ada rasa tak ingin untuk berjumpa dengan mereka, teman2ku dari masa 20 tahun yang lalu itu. Tapi akhirnya, dari pertemuan hari ini aku mendapatkan sebuah artikel bahwa hidup ini adalah tentang PERJUMPAAN. Sesungguhnya setiap perjumpaan adalah jawaban atas segala kegelisahan hati kita. Mudah-mudahan.

Setelah mengalami hal-hal stagnan dalam karirku, segala yang baik-baik dalam hidupku, pencarian jawaban atas kegelisahanku, aku betul-betul berharap besok atau bahkan saat ini aku bisa BERUBAH untuk menjadi lebih TEGUH!

Ya Allah, semoga engkau mendengarkan doaku. Amien...

*