Aku lagi-lagi jatuh cinta pada cerita sebuah novel. Kali ini tentang kehidupan seorang perempuan India yang terlahir dan bertakdir miskin sepanjang hidupnya. Apa yang dapat kupetik dari ceritanya. Tentang semangat untuk mengisi dan tetap hidup.
The Space Between Us – Jarak di Antara Kita dengan pengarang Thrity Umrigar. Cara nya bertutur panjang. Menggambarkan suatu saat begitu detail, kadang mendayu-dayu. Kadang aku hampir bosan membacanya, tapi pada saat yang lain tak sabar memahami ceritanya.
Sepanjang hidup dihantam dengan berbagai keadaan, merenggut kebahagiaannya…Harusnya ada yang lain yang bisa dilakukan perempuan bodoh yang tak bisa baca tulis itu. Harusnya dia percaya bahwa ada Dia Disana tempat bergantung. Tempat kita berkeluh kesah.
Lalu ada yang ini................cerita dari negeri sendiri. Sebuah kenyataan yang berbeda walau hidup di bumi yang sama.
Negeri 5 Menara - Wah… tak bisa berhenti membaca sebelum selesai. Subhanallah, buku yang sangat indah. Menggambarkan perjuangan seorang anak manusia dan 5 sahabatnya menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren modern di Jawa Timur. Memaksimumkan kemampuan diri sampai kebatas akhir. Man jadda wajada. Membuktikan cita-cita setinggi langit pun dapat dicapai dengan usaha, doa dan tawakal. Sesuai janji Allah SWT (betapa murah hatinya Ia).
Penggambaran cerita sangat menarik. Serius menerangkan kehidupan keras dan “ikhlas” didalamnya. Memulai hari pada pukul 4 dini hari, tak terhitung kegiatan tambahan lain yang menjadi pilihannya di malam hari, dengan jadual ketat yang tak bisa ditawar (Sungguh! Ada hukuman untuk yang melanggar!) sampai akhir hari pukul 10 malam. Tetapi ada juga bagian yang kocak, aku tertawa terbahak-bahak karenanya.
Yang ini sepertinya sekelas dengan “Laskar Pelangi”, tapi dengan gaya penuturan yang berbeda. Gaya bertutur yang rendah hati seorang Islam berpendidikan tinggi.
Ya Allah, mampukah aku membimbing anakku menjadikan anak seperti dia, Alif Fikri, tokoh utama di novel ini?
Friday, April 30, 2010
Is it really true, Alif?
When we were doing my son’s home work one night, there was a question, “Responsibility of a Mother is….” And I said, “Taking care of her son”. But soon Alif replied, ”But you are working and I am in school”, he meant our activities during the day…in which I don't stay around him... he is wondering how can I taking care of him??
Oooohhh… my son thinks I am not taking care of him… huhuhuhu…. :’(
------------------------------------------------------------------------------------
Cerita yang lain…
Setelah memeriksa hasil ujian tengah semester nya untuk pelajaran bahasa Indonesia, adikku Melati berkomentar, “Mbak, Alif tidak mengisi 1 jawaban. Blank…”. Ternyata perintahnya adalah “Ceritakan pengalaman yang menyenangkan bagimu!”.
Aku terhenyak dengan kenyataan itu. Saat aku tanyakan mengapa dia tak menjawab, Alif mengatakan tak ada pengalaman menyenangkan yang dapat diceritakannya! Duh, betapa sedih hatiku… begitu sulitkah baginya untuk menemukan pengalaman menyenangkan untuknya akhir2 ini? Ternyata pula dia meng-asosiasi-kan pertanyaan dengan pengalaman berpergian keluar kota sebagai salah satu pengalaman menyenangkan. Satu hal memang sangat amat sulit kami lakukan. Banyak alasan yang membuat banyak rencanaku batal karena berbagai aktifitas dan alasan suamiku… hiks!
Hhhh… sebagai anak tunggal, satu2 nya, yang semua perhatian dan kebutuhan berusaha kami penuhi, ternyata tak ada pengalaman yang benar2 istmewa untuknya….
Aku menyindir dengan mengatakan, “Oh, ternyata dibelikan mainan bukan pengalaman menyenangkan buat Alif. Bagaimana bila Alif tidak udah dibelikan mainan lagi??” L
Kejadian ini benar2 mengharuskan aku dan suamiku untuk intropeksi diri. Aku mengingatkan suamiku bahwa pengalaman masa kecil kami tidak harus bisa berlaku untuk masa kecil Alif, dimana banyak hal berubah saat ini.
Oooohhh… my son thinks I am not taking care of him… huhuhuhu…. :’(
------------------------------------------------------------------------------------
Cerita yang lain…
Setelah memeriksa hasil ujian tengah semester nya untuk pelajaran bahasa Indonesia, adikku Melati berkomentar, “Mbak, Alif tidak mengisi 1 jawaban. Blank…”. Ternyata perintahnya adalah “Ceritakan pengalaman yang menyenangkan bagimu!”.
Aku terhenyak dengan kenyataan itu. Saat aku tanyakan mengapa dia tak menjawab, Alif mengatakan tak ada pengalaman menyenangkan yang dapat diceritakannya! Duh, betapa sedih hatiku… begitu sulitkah baginya untuk menemukan pengalaman menyenangkan untuknya akhir2 ini? Ternyata pula dia meng-asosiasi-kan pertanyaan dengan pengalaman berpergian keluar kota sebagai salah satu pengalaman menyenangkan. Satu hal memang sangat amat sulit kami lakukan. Banyak alasan yang membuat banyak rencanaku batal karena berbagai aktifitas dan alasan suamiku… hiks!
Hhhh… sebagai anak tunggal, satu2 nya, yang semua perhatian dan kebutuhan berusaha kami penuhi, ternyata tak ada pengalaman yang benar2 istmewa untuknya….
Aku menyindir dengan mengatakan, “Oh, ternyata dibelikan mainan bukan pengalaman menyenangkan buat Alif. Bagaimana bila Alif tidak udah dibelikan mainan lagi??” L
Kejadian ini benar2 mengharuskan aku dan suamiku untuk intropeksi diri. Aku mengingatkan suamiku bahwa pengalaman masa kecil kami tidak harus bisa berlaku untuk masa kecil Alif, dimana banyak hal berubah saat ini.
Monday, February 22, 2010
Alif bisa Naik Sepeda!
Horeeee... Akhirnya Alif bisa naik sepeda.
Very much amazing... aku dan ayahnya dibuat tercengang tiba2 Alif bisa naik sepeda... diumurnya yang 8 tahun ini!
Hampir saja aku dan suamiku kehabisan akal memotivasi Alif agar mau berlatih naik sepeda lebih rajin. Tapi dia kurang tertarik. Tampaknya game dan PS lebih menarik baginya. Padahal, sependapat dengan ayahnya, seorang anak harus bisa life skill yang satu ini. Kami tak mau dia tergantung dengan orang lain nanti setelah dia dewasa seperti contoh yang ada di sekitar kami.
Sehubungan dengan keinginan mainan remote control Helicopter yang amat sangat, akhirnya terpikir untuk menjadikan ini hadiah bila ia bisa naik sepeda.
Harganya lebih mahal dari rata2 harga mainan yang sering kami belikan untuknya. Tentu tidak begitu saja kami membelikannya.
Dan ternyata, iming-iming ini sangat ampuh. Terbukti Alif bisa naik sepeda dalam waktu kurang dari seminggu. Alhamdulillah.
Hmm... tapi seperti yang bisa diduga. Mainan yang sangat amat diinginkan itu hanya dimainkan dalam waktu beberapa hari. Setelah dia menaklukan tantangan, dia segera bosan dan melupakannya.
Hhhh... Alif... semoga kamu tidak tumbuh menjadi anak manja... :(
Very much amazing... aku dan ayahnya dibuat tercengang tiba2 Alif bisa naik sepeda... diumurnya yang 8 tahun ini!
Hampir saja aku dan suamiku kehabisan akal memotivasi Alif agar mau berlatih naik sepeda lebih rajin. Tapi dia kurang tertarik. Tampaknya game dan PS lebih menarik baginya. Padahal, sependapat dengan ayahnya, seorang anak harus bisa life skill yang satu ini. Kami tak mau dia tergantung dengan orang lain nanti setelah dia dewasa seperti contoh yang ada di sekitar kami.
Sehubungan dengan keinginan mainan remote control Helicopter yang amat sangat, akhirnya terpikir untuk menjadikan ini hadiah bila ia bisa naik sepeda.
Harganya lebih mahal dari rata2 harga mainan yang sering kami belikan untuknya. Tentu tidak begitu saja kami membelikannya.
Dan ternyata, iming-iming ini sangat ampuh. Terbukti Alif bisa naik sepeda dalam waktu kurang dari seminggu. Alhamdulillah.
Hmm... tapi seperti yang bisa diduga. Mainan yang sangat amat diinginkan itu hanya dimainkan dalam waktu beberapa hari. Setelah dia menaklukan tantangan, dia segera bosan dan melupakannya.
Hhhh... Alif... semoga kamu tidak tumbuh menjadi anak manja... :(
Monday, February 1, 2010
Alif Mau Sunat!
Sudah beberapa waktu terakhir ini sunat menjadi topik yang sering dibicarakan Alif. Menyusul berita dari beberapa saudara sepupu dan teman-teman laki-laki nya yang sudah sunat. Perencanaan waktu sudah ditentukan, liburan naik kelas 3 nanti. Ayahnya juga sudah men'sosialisasi'kan sunat itu apa dan bagaimana, juga mengapa harus dilakukan.
Tapi aneh, dalam beberapa kali kesempatan tampaknya dia sangat 'eager' untuk segera disunat. Eh, ternyata eh ternyata, root cause nya akhirnya kutemukan. Klasik. Dia ingin dibelikan mainan Helicopter dengan remote control yang bisa benar2 terbang, motif tentara kesukaannya. Hadiah yang kujanjikan bila nanti dia berani disunat.
Aduh Alif... demi helicopter kau rela "berkorban" sebegitu besarnya??? Sabar ya, nak... ;)
Tapi aneh, dalam beberapa kali kesempatan tampaknya dia sangat 'eager' untuk segera disunat. Eh, ternyata eh ternyata, root cause nya akhirnya kutemukan. Klasik. Dia ingin dibelikan mainan Helicopter dengan remote control yang bisa benar2 terbang, motif tentara kesukaannya. Hadiah yang kujanjikan bila nanti dia berani disunat.
Aduh Alif... demi helicopter kau rela "berkorban" sebegitu besarnya??? Sabar ya, nak... ;)
Friday, January 22, 2010
TIDAK TAHU
Cerita lain dari Alif yang perlu aku catat!
Alif sudah kelas 2 SD sekarang. Tapi pelajaran sekolahnya... aduh... minta ampun rasanya aku mengikutinya. Matematika nya diajarkan berbagai macam jalan atau cara untuk menghasilkan 1 angka... Hhh... betul, ribet amat!
PR PKN-nya 2 malam yang lalu kami kerjakan bersama. Topiknya tentang Musyawarah dalam keluarga. Seperti biasa aku biarkan Alif mengerjakannya sendiri dan kemudian aku periksa. Salah satu pertanyaan nya adalah "Apa yang kamu lakukan bila pendapatmu tidak diterima di dalam musyawarah?". Jawaban yang ditulisnya dengan teramat yakin (bila tidak yakin dia pasti bertanya padaku) adalah "TIDAK TAHU"!!! Hahahaha.... Jujur amat jawabannya, Nak!
:D
Alif sudah kelas 2 SD sekarang. Tapi pelajaran sekolahnya... aduh... minta ampun rasanya aku mengikutinya. Matematika nya diajarkan berbagai macam jalan atau cara untuk menghasilkan 1 angka... Hhh... betul, ribet amat!
PR PKN-nya 2 malam yang lalu kami kerjakan bersama. Topiknya tentang Musyawarah dalam keluarga. Seperti biasa aku biarkan Alif mengerjakannya sendiri dan kemudian aku periksa. Salah satu pertanyaan nya adalah "Apa yang kamu lakukan bila pendapatmu tidak diterima di dalam musyawarah?". Jawaban yang ditulisnya dengan teramat yakin (bila tidak yakin dia pasti bertanya padaku) adalah "TIDAK TAHU"!!! Hahahaha.... Jujur amat jawabannya, Nak!
:D
Friday, January 8, 2010
New Year 2010
Today is the 8th day of 2010. New Year has come... New Decade has been entered.
There are many wishes in my mind and do hope life is going smooth... not necessarily always going easy... and with rahmat Allah... always... Amin.
But...but... for sure I started the year with the gloomy feeling... but again I believe shiny day is waiting for me someday this year... :)
To all my family and friends,
(quoting from my friend's status in Facebook)
"Never regret a day in your life. Good days give you Happiness and Rahmat. Bad days give you Experiences and hikmah. Both are essential to life. Keep going... Happiness keeps you Sweet, Trials keep you Strong, Sorrows keep you Human, Failures keep you Humble, Success keeps You Glowing, But Only ALLAH keeps You Going. Happy new year all.."
There are many wishes in my mind and do hope life is going smooth... not necessarily always going easy... and with rahmat Allah... always... Amin.
But...but... for sure I started the year with the gloomy feeling... but again I believe shiny day is waiting for me someday this year... :)
To all my family and friends,
(quoting from my friend's status in Facebook)
"Never regret a day in your life. Good days give you Happiness and Rahmat. Bad days give you Experiences and hikmah. Both are essential to life. Keep going... Happiness keeps you Sweet, Trials keep you Strong, Sorrows keep you Human, Failures keep you Humble, Success keeps You Glowing, But Only ALLAH keeps You Going. Happy new year all.."
Saturday, December 5, 2009
Bersyukur...
Karena sudah dicukupkan-Nya semua kebutuhanku
Karena sudah diberikan-Nya cinta-Nya kepadaku
Terimakasih ya Allah
Atas semua yang telah Kau anugrahkan kepadaku, kepada keluargaku
Jangan biarkan aku melupakan-Mu, bimbinglah aku selalu
Ya Allah
Ampunilah dosa-dosaku
Karena kepadaMu lah aku kan kembali
Amien
Karena sudah diberikan-Nya cinta-Nya kepadaku
Terimakasih ya Allah
Atas semua yang telah Kau anugrahkan kepadaku, kepada keluargaku
Jangan biarkan aku melupakan-Mu, bimbinglah aku selalu
Ya Allah
Ampunilah dosa-dosaku
Karena kepadaMu lah aku kan kembali
Amien
Subscribe to:
Posts (Atom)