*
Since I want to know about someone that I care about... I am being a detective for last 2 days via internet. Searching related information about the person eventually exploding my curiosity. With a very easy procedure, It is finally becoming an exciting activities... What a world!
Want to try...??
*
Saturday, March 21, 2009
Sunday, March 8, 2009
Perjumpaan
*
What a day!
Hari ini aku bertemu dengan sekumpulan teman perempuanku yang pernah aku kenal dalam 1 tahap hidupku. Sangat menyenangkan. Entah mengapa aku merasakan aura positif berada di dalamnya. Alhamdulillah.
Lebih dari 20 tahun yang lalu kami dipertemukan dalam sebuah kompetisi. Hm... rasanya aku kurang menyukai kata 'kompetisi' ini, tapi... memang itulah yang terjadi. Kompetisi pencarian gadis terbaik diantara kami. Kami terseleksi dari sekian banyak peminat karena dianggap berprestasi untuk usia kami saat itu.
20 tahun telah berlalu. Kami terpisah oleh waktu dan jarak. Tak pernah contact sekalipun. But... thanks to Facebook, we've been meet again today!
Setiap dari kami tentu tumbuh dalam lingkungannya masing2. Dalam lingkungan keluarga, sekolah, rumah... dan akhirnya dalam keluarga kecil yang kami bina dengan para suami dan anak-anak. Masing2 tumbuh dewasa dan segala pengalaman hidupnya.
Memang seperti itulah seharusnya hidup. Setiap dari kami harus mencari penghidupannya masing2. Bukankah memang itu yang dijanjikan oleh-Nya? Setiap hambanya memiliki rejekinya masing-masing?
Tumbuh dewasa adalah bukan pilihan tapi adalah keharusan dalam kehidupan. Bagaimana kita menjadikan diri kita dewasa adalah masalah lain yang harus diusahakan oleh masing-masing individu.
Sebaik-baiknya hidup seseorang menurutku adalah yang IKHLAS menerima keadaan hidupnya dan terus berusaha untuk terus tetap dalam keadaan ikhlas. Tapi ikhlas bukanlah sama sekali berarti orang pasrah (negatif) yang tidak mau berusaha untuk memperbaiki hidupnya.
Tahap selanjutnya setelah ikhlas adalah SYUKUR. Dan bila kita sudah dalam keadaan ini maka kita akan TENANG untuk memikirkan langkah2 selanjutnya untuk hidup kita agar terus menjadi lebih baik. Lebih ber-empati terhadap keadaan sekeliling dan melakukan sesuatu untuk orang-orang di sekeliling kita.
Hm... menulis ini sepertinya memaksa diriku untuk berpikir APAKAH HIDUP itu? Semoga aku sudah berada didalam jalur yang benar. Amien.
Baru minggu lalu aku merasa sangat happy menjadi orang yang sangat beruntung dengan segala rejeki yang diberikan olehnya. Tapi minggu ini aku merasakan kebalikannya. Up and down teruss....
Jujur, aku masih merasa terus berada dalam pencarian. Masih gelisah. Walau aku tahu seharusnya terlalu banyak hal yang harus aku syukuri dalam kehidupanku. Mempunyai suami taat beragama yang sangat baik perangainya dan seorang anak yang menentramkan hati adalah salah satunya. Belum pernah mengalami masalah keuangan/ekonomi yang amat sangat parah adalah hal lainnya. Semua berjalan baik-baik saja...
Tapi kenapa dengan yang baik-baik itu aku tetap merasa gelisah??? Aku merasa kekuranganku adalah tidak teguh! Tidak teguh dalam mencari jawaban atas kegelisahanku. Sesekali merasa dapat titik terang, tapi kemudian hilang lagi. Tapi tentunya aku tak mau menghadapi masalah yang amat sangat berat untuk membuatku menjadi lebih teguh mencari jawaban-jawaban atas pertanyaanku! Naudzubillah minzalik.
Sepertinya ya... aku memang tidak teguh melakukan apa-apa yang perlu aku lakukan. Contoh kecil, rajin minum obat misalnya. Tidak terus menerus mengikuti keinginan untuk makan enak. Telaten mendengarkan celoteh anakku. Hm... dan banyak lagi.
Mula-mula ada rasa tak ingin untuk berjumpa dengan mereka, teman2ku dari masa 20 tahun yang lalu itu. Tapi akhirnya, dari pertemuan hari ini aku mendapatkan sebuah artikel bahwa hidup ini adalah tentang PERJUMPAAN. Sesungguhnya setiap perjumpaan adalah jawaban atas segala kegelisahan hati kita. Mudah-mudahan.
Setelah mengalami hal-hal stagnan dalam karirku, segala yang baik-baik dalam hidupku, pencarian jawaban atas kegelisahanku, aku betul-betul berharap besok atau bahkan saat ini aku bisa BERUBAH untuk menjadi lebih TEGUH!
Ya Allah, semoga engkau mendengarkan doaku. Amien...
*
What a day!
Hari ini aku bertemu dengan sekumpulan teman perempuanku yang pernah aku kenal dalam 1 tahap hidupku. Sangat menyenangkan. Entah mengapa aku merasakan aura positif berada di dalamnya. Alhamdulillah.
Lebih dari 20 tahun yang lalu kami dipertemukan dalam sebuah kompetisi. Hm... rasanya aku kurang menyukai kata 'kompetisi' ini, tapi... memang itulah yang terjadi. Kompetisi pencarian gadis terbaik diantara kami. Kami terseleksi dari sekian banyak peminat karena dianggap berprestasi untuk usia kami saat itu.
20 tahun telah berlalu. Kami terpisah oleh waktu dan jarak. Tak pernah contact sekalipun. But... thanks to Facebook, we've been meet again today!
Setiap dari kami tentu tumbuh dalam lingkungannya masing2. Dalam lingkungan keluarga, sekolah, rumah... dan akhirnya dalam keluarga kecil yang kami bina dengan para suami dan anak-anak. Masing2 tumbuh dewasa dan segala pengalaman hidupnya.
Memang seperti itulah seharusnya hidup. Setiap dari kami harus mencari penghidupannya masing2. Bukankah memang itu yang dijanjikan oleh-Nya? Setiap hambanya memiliki rejekinya masing-masing?
Tumbuh dewasa adalah bukan pilihan tapi adalah keharusan dalam kehidupan. Bagaimana kita menjadikan diri kita dewasa adalah masalah lain yang harus diusahakan oleh masing-masing individu.
Sebaik-baiknya hidup seseorang menurutku adalah yang IKHLAS menerima keadaan hidupnya dan terus berusaha untuk terus tetap dalam keadaan ikhlas. Tapi ikhlas bukanlah sama sekali berarti orang pasrah (negatif) yang tidak mau berusaha untuk memperbaiki hidupnya.
Tahap selanjutnya setelah ikhlas adalah SYUKUR. Dan bila kita sudah dalam keadaan ini maka kita akan TENANG untuk memikirkan langkah2 selanjutnya untuk hidup kita agar terus menjadi lebih baik. Lebih ber-empati terhadap keadaan sekeliling dan melakukan sesuatu untuk orang-orang di sekeliling kita.
Hm... menulis ini sepertinya memaksa diriku untuk berpikir APAKAH HIDUP itu? Semoga aku sudah berada didalam jalur yang benar. Amien.
Baru minggu lalu aku merasa sangat happy menjadi orang yang sangat beruntung dengan segala rejeki yang diberikan olehnya. Tapi minggu ini aku merasakan kebalikannya. Up and down teruss....
Jujur, aku masih merasa terus berada dalam pencarian. Masih gelisah. Walau aku tahu seharusnya terlalu banyak hal yang harus aku syukuri dalam kehidupanku. Mempunyai suami taat beragama yang sangat baik perangainya dan seorang anak yang menentramkan hati adalah salah satunya. Belum pernah mengalami masalah keuangan/ekonomi yang amat sangat parah adalah hal lainnya. Semua berjalan baik-baik saja...
Tapi kenapa dengan yang baik-baik itu aku tetap merasa gelisah??? Aku merasa kekuranganku adalah tidak teguh! Tidak teguh dalam mencari jawaban atas kegelisahanku. Sesekali merasa dapat titik terang, tapi kemudian hilang lagi. Tapi tentunya aku tak mau menghadapi masalah yang amat sangat berat untuk membuatku menjadi lebih teguh mencari jawaban-jawaban atas pertanyaanku! Naudzubillah minzalik.
Sepertinya ya... aku memang tidak teguh melakukan apa-apa yang perlu aku lakukan. Contoh kecil, rajin minum obat misalnya. Tidak terus menerus mengikuti keinginan untuk makan enak. Telaten mendengarkan celoteh anakku. Hm... dan banyak lagi.
Mula-mula ada rasa tak ingin untuk berjumpa dengan mereka, teman2ku dari masa 20 tahun yang lalu itu. Tapi akhirnya, dari pertemuan hari ini aku mendapatkan sebuah artikel bahwa hidup ini adalah tentang PERJUMPAAN. Sesungguhnya setiap perjumpaan adalah jawaban atas segala kegelisahan hati kita. Mudah-mudahan.
Setelah mengalami hal-hal stagnan dalam karirku, segala yang baik-baik dalam hidupku, pencarian jawaban atas kegelisahanku, aku betul-betul berharap besok atau bahkan saat ini aku bisa BERUBAH untuk menjadi lebih TEGUH!
Ya Allah, semoga engkau mendengarkan doaku. Amien...
*
Sunday, February 8, 2009
FB Lagi!
Still amaze with FB nih... !!
Somehow teman-temanku dari setiap tahap hidupku saling connecting! Teman sekolah, kuliah dan bekerja ternyata teman di PPRI juga! What a small world!
Facebook memang benar menjadi fenomena. Menyambung silaturahmi dengan gaya baru di abad baru ini, jaman komputerisasi ini.
Tidak perlu meninggalkan tempat kita bisa "bertemu" dengan kerabat, teman dan sahabat melalui dunia maya.
What an amazing world!
Somehow teman-temanku dari setiap tahap hidupku saling connecting! Teman sekolah, kuliah dan bekerja ternyata teman di PPRI juga! What a small world!
Facebook memang benar menjadi fenomena. Menyambung silaturahmi dengan gaya baru di abad baru ini, jaman komputerisasi ini.
Tidak perlu meninggalkan tempat kita bisa "bertemu" dengan kerabat, teman dan sahabat melalui dunia maya.
What an amazing world!
Thursday, January 29, 2009
Anakku Sakit
*
Ini minggu ke-dua Alif sakit. Awal minggu lalu saat tidur malam hari dia panas. Menurut dokter amandel dan adenoid-nya membesar dan harus diangkat. Hhhh! Betapa terkejutnya aku mendengar advise dokter. Sepanjang minggu itu aku dan suami mencari bermacam pendapat mengenai penyakit anakku. Betapa membingungkan... karena sebagian dokter menyatakan perlu dan sebagian yang lain menyarankan penundaan bahkan tdak perlu dioperasi. Sebagai orang awam kami pun menjadi bingung dan panik. Tapi sejurus kemudian dengan berjalannya waktu akhirnya kami memutuskan untuk menundanya...
Tapi apa yang terjadi tengah minggu ini saat anakku panas lagi dan aku memutuskan untuk ambil cuti hari ini, kebimbangan melandaku lagi. Jadi, apakah aku perlu membawa ke dokter THT lagi yang pasti menyarankan operasi segera... atau tetap menunda?
Ya Allah, bantulah kami dan angkatlah penyakit dari tubuh anak kami.
Amien...
*
Ini minggu ke-dua Alif sakit. Awal minggu lalu saat tidur malam hari dia panas. Menurut dokter amandel dan adenoid-nya membesar dan harus diangkat. Hhhh! Betapa terkejutnya aku mendengar advise dokter. Sepanjang minggu itu aku dan suami mencari bermacam pendapat mengenai penyakit anakku. Betapa membingungkan... karena sebagian dokter menyatakan perlu dan sebagian yang lain menyarankan penundaan bahkan tdak perlu dioperasi. Sebagai orang awam kami pun menjadi bingung dan panik. Tapi sejurus kemudian dengan berjalannya waktu akhirnya kami memutuskan untuk menundanya...
Tapi apa yang terjadi tengah minggu ini saat anakku panas lagi dan aku memutuskan untuk ambil cuti hari ini, kebimbangan melandaku lagi. Jadi, apakah aku perlu membawa ke dokter THT lagi yang pasti menyarankan operasi segera... atau tetap menunda?
Ya Allah, bantulah kami dan angkatlah penyakit dari tubuh anak kami.
Amien...
*
Wednesday, January 14, 2009
Sakitku...
*
Haduh... sakit koq dimana-mana... Kemaren sampai tidak masuk kantor karena maag-ku kembali melilit dengan sakitnya tak tertahankan... Daripada meng-aduh2 di kantor lebih baik istirahat di rumah. Hari ini, harus melanjutkan perawatan ke dokter gigi... gigiku malah berdenyut lagi. Melanjutkan kondisi tubuh yang sedang tidak fit seharian ini juga kepalaku juga sakit berdenyut-denyut. Alhasil leher dan mata susah berada dalam keadaan "sadar".
Mmmhhh... cobaan sakit yang tidak enak dirasakan dalam sehari ini. Semoga tidak berlanjut sampai besok!
*
Haduh... sakit koq dimana-mana... Kemaren sampai tidak masuk kantor karena maag-ku kembali melilit dengan sakitnya tak tertahankan... Daripada meng-aduh2 di kantor lebih baik istirahat di rumah. Hari ini, harus melanjutkan perawatan ke dokter gigi... gigiku malah berdenyut lagi. Melanjutkan kondisi tubuh yang sedang tidak fit seharian ini juga kepalaku juga sakit berdenyut-denyut. Alhasil leher dan mata susah berada dalam keadaan "sadar".
Mmmhhh... cobaan sakit yang tidak enak dirasakan dalam sehari ini. Semoga tidak berlanjut sampai besok!
*
Monday, January 5, 2009
Alif's first semester report
*
"Ibu mau tahu Alif ranking berapa?" dengan suara bersemangat dia meneleponku saat makan siang hari ini. "Wah, ranking berapa ya...?" jawabku balik bertanya dengan berbagai harapan di kepalaku. Berharap nilainya menjadi lebih baik dan rankingnya juga meningkat mengingat raport bayangan pertengahan semester pertama ini dia "hanya" berada diperingkat 18 di kelasnya. Cukup jauh dari peringkat satu, tapi tak apalah toh aku juga tidak memaksanya untuk menjadi yang terbaik di kelas. Cukup bagiku dia mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Sekali lagi, bagiku EQ lebih penting bagiku untuk anakku...
"Rata-ratanya 9,4 bu... tapi rankingnya 21!" jawabnya. Wah, aku tak menyangka peringkatnya malah menurun. "Alif sudah berusaha, bu... tapi dapatnya cuma ranking segitu". Dan berikutnya seperti biasa dia berusaha menegosiasikan "hadiah" yang diinginkannya karena tidak berhasil mencapai "targeted" ranking yang telah ditetapkan.
Anakku..., tak apa dengan rankingmu yang penting bagi ibu nilai-mu sudah cukup baik. Alif masih kelas 1 SD masih banyak waktu untuk belajar...
Cup sayang dari ibu, nak...
***
"Ibu mau tahu Alif ranking berapa?" dengan suara bersemangat dia meneleponku saat makan siang hari ini. "Wah, ranking berapa ya...?" jawabku balik bertanya dengan berbagai harapan di kepalaku. Berharap nilainya menjadi lebih baik dan rankingnya juga meningkat mengingat raport bayangan pertengahan semester pertama ini dia "hanya" berada diperingkat 18 di kelasnya. Cukup jauh dari peringkat satu, tapi tak apalah toh aku juga tidak memaksanya untuk menjadi yang terbaik di kelas. Cukup bagiku dia mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Sekali lagi, bagiku EQ lebih penting bagiku untuk anakku...
"Rata-ratanya 9,4 bu... tapi rankingnya 21!" jawabnya. Wah, aku tak menyangka peringkatnya malah menurun. "Alif sudah berusaha, bu... tapi dapatnya cuma ranking segitu". Dan berikutnya seperti biasa dia berusaha menegosiasikan "hadiah" yang diinginkannya karena tidak berhasil mencapai "targeted" ranking yang telah ditetapkan.
Anakku..., tak apa dengan rankingmu yang penting bagi ibu nilai-mu sudah cukup baik. Alif masih kelas 1 SD masih banyak waktu untuk belajar...
Cup sayang dari ibu, nak...
***
Liburan akhir tahun 2008!
*
Libur panjang dimulai. Diawali tanggal 25 Desember sebagai hari libur pertama. Aku dan Alif menjelajah Grand Indonesia. Mall yang terbilang baru di Jakarta. Lama aku tidak pergi ke mall-mall yang berada di Jakarta. Alasan malas adalah yang paling utama. Baik juga melihat2 tempat baru sekali-sekali untuk menambah wawasan. Tapi cukuplah sekali-sekali, tidak terlalu banyak hal yang menarik lagi kalau sudah pernah tahu.
Libur tahap 2 akhir tahun diminggu berikutnya. Akhirnya kami berkesempatan berlibur yang murni hanya sekeluarga kecil kami dengan alasan benar2 berlibur! Tidak dengan keluarga besar-ku ataupun suamiku dan tidak juga dengan alasan kantor!
Sebuah keputusan tiba2, setelah membaca surat kabar pagi itu dan setelah maju-mundur cukup lama, kami berangkat pukul 3.30 sore menuju Sukabumi. Mengingat jalanan agak macet diputuskan untuk menginap di Lido, tujuan wisata terdekat yang memungkinkan. Yah... lumayanlah... Alif bisa melihat hal2 baru seperti terbang layang dan area perkemahan disekitar hotel tempat kami menginap.
Malam tahun baru, seperti tahun-tahun sebelumnya aku dan keluarga menginap dirumah orang tuaku. Tak kusangka langit Pamulang penuh dengan Kembang Api dari segala penjuru. Lumayan... walau tidak berpergian kemana-mana keinginanku melihat banyak Kembang Api terpenuhi. :-)
*
Libur panjang dimulai. Diawali tanggal 25 Desember sebagai hari libur pertama. Aku dan Alif menjelajah Grand Indonesia. Mall yang terbilang baru di Jakarta. Lama aku tidak pergi ke mall-mall yang berada di Jakarta. Alasan malas adalah yang paling utama. Baik juga melihat2 tempat baru sekali-sekali untuk menambah wawasan. Tapi cukuplah sekali-sekali, tidak terlalu banyak hal yang menarik lagi kalau sudah pernah tahu.
Libur tahap 2 akhir tahun diminggu berikutnya. Akhirnya kami berkesempatan berlibur yang murni hanya sekeluarga kecil kami dengan alasan benar2 berlibur! Tidak dengan keluarga besar-ku ataupun suamiku dan tidak juga dengan alasan kantor!
Sebuah keputusan tiba2, setelah membaca surat kabar pagi itu dan setelah maju-mundur cukup lama, kami berangkat pukul 3.30 sore menuju Sukabumi. Mengingat jalanan agak macet diputuskan untuk menginap di Lido, tujuan wisata terdekat yang memungkinkan. Yah... lumayanlah... Alif bisa melihat hal2 baru seperti terbang layang dan area perkemahan disekitar hotel tempat kami menginap.
Malam tahun baru, seperti tahun-tahun sebelumnya aku dan keluarga menginap dirumah orang tuaku. Tak kusangka langit Pamulang penuh dengan Kembang Api dari segala penjuru. Lumayan... walau tidak berpergian kemana-mana keinginanku melihat banyak Kembang Api terpenuhi. :-)
*
Subscribe to:
Posts (Atom)