Thursday, June 25, 2009
Tuesday, April 21, 2009
Hidup adalah Sebuah Proses Belajar
Setiap dari kita tumbuh dewasa di dalam lingungan yang berbeda, keluarga yang berbeda, pendidikan yang berbeda, baik itu pendidikan di dalam keluarga maupun pendidikan formal sekolah. Kita tumbuh dan terus belajar dengan cara berinteraksi dengan sekeliling kita. Berinteraksi dengan panca indera kita. Dengan apa yang kita dengar, kita lihat, kita raba, kita rasa, kita pegang, bahkan yang kita baui. Dan pada akhirnya cara kita bereaksilah yang nantinya menunjukkan apakah kita cukup dewasa atau tidak...
Kadang tanpa kita sadari... setiap detik yang kita lalui akan selalu menjadi pengalaman baru dalam hidup kita. Dan waktu itu tak akan pernah kembali lagi. Karena itu tidakkah seharusnya kita tidak menyia-nyiakan waktu kita? Berkegiatanlah sebaik-baiknya tetapi tetap beristirahatlah dengan cukup.
Pengalaman hidup yang berbeda inilah yang membuat kita berbeda satu sama lain. Seberapa optimis-nya kita terhadap hidup juga terbentuk dari pengalaman2 hidup itu.
Kritis, terus mengasah rasa keingin tahuan, tidak gampang berputus asa, dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih unggul dari yang lain.
Tapi terkadang pengalaman yang tidak mengenakkan adalah pengalaman yang sepertinya mau tak mau terus melekat dipikiran kita. Padahal sama dengan pengalaman menyenangkan, pengalaman yang tidak mengenakkan ini memang harus kita lalui.
Life is about a Learning Process
Kita harus mau tak mau berdamai dengan pengalaman menyakitkan yang tidak mengenakkan itu... Belajar menerima bahwa itu adalah memang pengalaman hidup kita.
Memang mungkin proses ini membutuhkan proses yang sangat amat panjang, membutuhkan waktu sangat lama, yang bahkan puluhan tahun bukanlah waktu yang kadang2 tidak mungkin. But life must go on... Tak mengapa kita meletakkan pengalaman tak mengenakkan itu berjalan bersisian dengan pengalaman-pengalaman baru kita untuk sementara yang mungkin juga tidak mengenakkan, dengan tingkat yang berbeda. Tapi sungguh, bila kita sudah melaluinya pasti akan merasakan "manis" dari setiap pengalaman hidup kita... Semoga.
Kita harus melalui semua pengalaman hidup kita. Mau tak mau. Jangan pernah bertindak sebagai pengecut untuk menghindarinya.
Dalam perjalanan hidup, kita selalu berhadapan dengan sesuatu yang baru atau sesuatu yang kita pikir baru. Proses pengevaluasian menjadi penting agar kita tidak terjebak pada kesalahan yang sama. Tapi memang benar, terkadang apa-apa yang kita ketahui tidak sejalan dengan apa-apa yang kita lakukan. Contoh? Merokok berbahaya bagi kesehatan. Tapi masih banyak diantara kita tetap merokok dengan berbagai alasan pembenarannya.
Karena itu pengalaman rohani kita menjadi penting. Akal jauh lebih tinggi kedudukannya daripada keberadaan fisik. Karena semua yang kita lakukan tentu adalah perintah dari akal, bukan?
Lalu, kata-kata kunci apa rupanya yang paling ampuh membuat kita hidup lebih baik??
Saya lebih senang menggunakan istilah pengalaman hidup dibanding persoalan hidup. Karena mau tak mau persoalan hidup harus juga kita lalui. Kita hadapi dan bukan kita hindari. Penggunaan kata ini sepertinya lebih positif sebagai input akal atau otak kita.
Waktu kita kecil, we always being told. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. Harus begini harus begitu. Harus segini tidak segitu :)
Tapi dengan bertambahnya umur kemampuan kita berkembang. Kita sudah mulai tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Dan pada akhirnya kita sudah bisa menentukan ini yang boleh dan ini yang tidak. Walau mungkin disana ada grey area yang kita biarkan tetap abu-abu atau kita putuskan hitam sekalian.
Hidup adalah pilihan. Tapi jangan lupa bahwa resiko terhadap semua pilihan kita itu ada. Bijaksana dalam memilih pilihan hidup, mungkin itu kata kuncinya. Bijaksana. Ya... mungkin itu.
Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk menjalani hidup ini dan selalu dalam lindungan dan hidayah -Nya. Amien... ya robbal alamien...
Kadang tanpa kita sadari... setiap detik yang kita lalui akan selalu menjadi pengalaman baru dalam hidup kita. Dan waktu itu tak akan pernah kembali lagi. Karena itu tidakkah seharusnya kita tidak menyia-nyiakan waktu kita? Berkegiatanlah sebaik-baiknya tetapi tetap beristirahatlah dengan cukup.
Pengalaman hidup yang berbeda inilah yang membuat kita berbeda satu sama lain. Seberapa optimis-nya kita terhadap hidup juga terbentuk dari pengalaman2 hidup itu.
Kritis, terus mengasah rasa keingin tahuan, tidak gampang berputus asa, dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih unggul dari yang lain.
Tapi terkadang pengalaman yang tidak mengenakkan adalah pengalaman yang sepertinya mau tak mau terus melekat dipikiran kita. Padahal sama dengan pengalaman menyenangkan, pengalaman yang tidak mengenakkan ini memang harus kita lalui.
Life is about a Learning Process
Kita harus mau tak mau berdamai dengan pengalaman menyakitkan yang tidak mengenakkan itu... Belajar menerima bahwa itu adalah memang pengalaman hidup kita.
Memang mungkin proses ini membutuhkan proses yang sangat amat panjang, membutuhkan waktu sangat lama, yang bahkan puluhan tahun bukanlah waktu yang kadang2 tidak mungkin. But life must go on... Tak mengapa kita meletakkan pengalaman tak mengenakkan itu berjalan bersisian dengan pengalaman-pengalaman baru kita untuk sementara yang mungkin juga tidak mengenakkan, dengan tingkat yang berbeda. Tapi sungguh, bila kita sudah melaluinya pasti akan merasakan "manis" dari setiap pengalaman hidup kita... Semoga.
Kita harus melalui semua pengalaman hidup kita. Mau tak mau. Jangan pernah bertindak sebagai pengecut untuk menghindarinya.
Dalam perjalanan hidup, kita selalu berhadapan dengan sesuatu yang baru atau sesuatu yang kita pikir baru. Proses pengevaluasian menjadi penting agar kita tidak terjebak pada kesalahan yang sama. Tapi memang benar, terkadang apa-apa yang kita ketahui tidak sejalan dengan apa-apa yang kita lakukan. Contoh? Merokok berbahaya bagi kesehatan. Tapi masih banyak diantara kita tetap merokok dengan berbagai alasan pembenarannya.
Karena itu pengalaman rohani kita menjadi penting. Akal jauh lebih tinggi kedudukannya daripada keberadaan fisik. Karena semua yang kita lakukan tentu adalah perintah dari akal, bukan?
Lalu, kata-kata kunci apa rupanya yang paling ampuh membuat kita hidup lebih baik??
Saya lebih senang menggunakan istilah pengalaman hidup dibanding persoalan hidup. Karena mau tak mau persoalan hidup harus juga kita lalui. Kita hadapi dan bukan kita hindari. Penggunaan kata ini sepertinya lebih positif sebagai input akal atau otak kita.
Waktu kita kecil, we always being told. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. Harus begini harus begitu. Harus segini tidak segitu :)
Tapi dengan bertambahnya umur kemampuan kita berkembang. Kita sudah mulai tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Dan pada akhirnya kita sudah bisa menentukan ini yang boleh dan ini yang tidak. Walau mungkin disana ada grey area yang kita biarkan tetap abu-abu atau kita putuskan hitam sekalian.
Hidup adalah pilihan. Tapi jangan lupa bahwa resiko terhadap semua pilihan kita itu ada. Bijaksana dalam memilih pilihan hidup, mungkin itu kata kuncinya. Bijaksana. Ya... mungkin itu.
Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk menjalani hidup ini dan selalu dalam lindungan dan hidayah -Nya. Amien... ya robbal alamien...
Saturday, March 21, 2009
Be a Detective
*
Since I want to know about someone that I care about... I am being a detective for last 2 days via internet. Searching related information about the person eventually exploding my curiosity. With a very easy procedure, It is finally becoming an exciting activities... What a world!
Want to try...??
*
Since I want to know about someone that I care about... I am being a detective for last 2 days via internet. Searching related information about the person eventually exploding my curiosity. With a very easy procedure, It is finally becoming an exciting activities... What a world!
Want to try...??
*
Sunday, March 8, 2009
Perjumpaan
*
What a day!
Hari ini aku bertemu dengan sekumpulan teman perempuanku yang pernah aku kenal dalam 1 tahap hidupku. Sangat menyenangkan. Entah mengapa aku merasakan aura positif berada di dalamnya. Alhamdulillah.
Lebih dari 20 tahun yang lalu kami dipertemukan dalam sebuah kompetisi. Hm... rasanya aku kurang menyukai kata 'kompetisi' ini, tapi... memang itulah yang terjadi. Kompetisi pencarian gadis terbaik diantara kami. Kami terseleksi dari sekian banyak peminat karena dianggap berprestasi untuk usia kami saat itu.
20 tahun telah berlalu. Kami terpisah oleh waktu dan jarak. Tak pernah contact sekalipun. But... thanks to Facebook, we've been meet again today!
Setiap dari kami tentu tumbuh dalam lingkungannya masing2. Dalam lingkungan keluarga, sekolah, rumah... dan akhirnya dalam keluarga kecil yang kami bina dengan para suami dan anak-anak. Masing2 tumbuh dewasa dan segala pengalaman hidupnya.
Memang seperti itulah seharusnya hidup. Setiap dari kami harus mencari penghidupannya masing2. Bukankah memang itu yang dijanjikan oleh-Nya? Setiap hambanya memiliki rejekinya masing-masing?
Tumbuh dewasa adalah bukan pilihan tapi adalah keharusan dalam kehidupan. Bagaimana kita menjadikan diri kita dewasa adalah masalah lain yang harus diusahakan oleh masing-masing individu.
Sebaik-baiknya hidup seseorang menurutku adalah yang IKHLAS menerima keadaan hidupnya dan terus berusaha untuk terus tetap dalam keadaan ikhlas. Tapi ikhlas bukanlah sama sekali berarti orang pasrah (negatif) yang tidak mau berusaha untuk memperbaiki hidupnya.
Tahap selanjutnya setelah ikhlas adalah SYUKUR. Dan bila kita sudah dalam keadaan ini maka kita akan TENANG untuk memikirkan langkah2 selanjutnya untuk hidup kita agar terus menjadi lebih baik. Lebih ber-empati terhadap keadaan sekeliling dan melakukan sesuatu untuk orang-orang di sekeliling kita.
Hm... menulis ini sepertinya memaksa diriku untuk berpikir APAKAH HIDUP itu? Semoga aku sudah berada didalam jalur yang benar. Amien.
Baru minggu lalu aku merasa sangat happy menjadi orang yang sangat beruntung dengan segala rejeki yang diberikan olehnya. Tapi minggu ini aku merasakan kebalikannya. Up and down teruss....
Jujur, aku masih merasa terus berada dalam pencarian. Masih gelisah. Walau aku tahu seharusnya terlalu banyak hal yang harus aku syukuri dalam kehidupanku. Mempunyai suami taat beragama yang sangat baik perangainya dan seorang anak yang menentramkan hati adalah salah satunya. Belum pernah mengalami masalah keuangan/ekonomi yang amat sangat parah adalah hal lainnya. Semua berjalan baik-baik saja...
Tapi kenapa dengan yang baik-baik itu aku tetap merasa gelisah??? Aku merasa kekuranganku adalah tidak teguh! Tidak teguh dalam mencari jawaban atas kegelisahanku. Sesekali merasa dapat titik terang, tapi kemudian hilang lagi. Tapi tentunya aku tak mau menghadapi masalah yang amat sangat berat untuk membuatku menjadi lebih teguh mencari jawaban-jawaban atas pertanyaanku! Naudzubillah minzalik.
Sepertinya ya... aku memang tidak teguh melakukan apa-apa yang perlu aku lakukan. Contoh kecil, rajin minum obat misalnya. Tidak terus menerus mengikuti keinginan untuk makan enak. Telaten mendengarkan celoteh anakku. Hm... dan banyak lagi.
Mula-mula ada rasa tak ingin untuk berjumpa dengan mereka, teman2ku dari masa 20 tahun yang lalu itu. Tapi akhirnya, dari pertemuan hari ini aku mendapatkan sebuah artikel bahwa hidup ini adalah tentang PERJUMPAAN. Sesungguhnya setiap perjumpaan adalah jawaban atas segala kegelisahan hati kita. Mudah-mudahan.
Setelah mengalami hal-hal stagnan dalam karirku, segala yang baik-baik dalam hidupku, pencarian jawaban atas kegelisahanku, aku betul-betul berharap besok atau bahkan saat ini aku bisa BERUBAH untuk menjadi lebih TEGUH!
Ya Allah, semoga engkau mendengarkan doaku. Amien...
*
What a day!
Hari ini aku bertemu dengan sekumpulan teman perempuanku yang pernah aku kenal dalam 1 tahap hidupku. Sangat menyenangkan. Entah mengapa aku merasakan aura positif berada di dalamnya. Alhamdulillah.
Lebih dari 20 tahun yang lalu kami dipertemukan dalam sebuah kompetisi. Hm... rasanya aku kurang menyukai kata 'kompetisi' ini, tapi... memang itulah yang terjadi. Kompetisi pencarian gadis terbaik diantara kami. Kami terseleksi dari sekian banyak peminat karena dianggap berprestasi untuk usia kami saat itu.
20 tahun telah berlalu. Kami terpisah oleh waktu dan jarak. Tak pernah contact sekalipun. But... thanks to Facebook, we've been meet again today!
Setiap dari kami tentu tumbuh dalam lingkungannya masing2. Dalam lingkungan keluarga, sekolah, rumah... dan akhirnya dalam keluarga kecil yang kami bina dengan para suami dan anak-anak. Masing2 tumbuh dewasa dan segala pengalaman hidupnya.
Memang seperti itulah seharusnya hidup. Setiap dari kami harus mencari penghidupannya masing2. Bukankah memang itu yang dijanjikan oleh-Nya? Setiap hambanya memiliki rejekinya masing-masing?
Tumbuh dewasa adalah bukan pilihan tapi adalah keharusan dalam kehidupan. Bagaimana kita menjadikan diri kita dewasa adalah masalah lain yang harus diusahakan oleh masing-masing individu.
Sebaik-baiknya hidup seseorang menurutku adalah yang IKHLAS menerima keadaan hidupnya dan terus berusaha untuk terus tetap dalam keadaan ikhlas. Tapi ikhlas bukanlah sama sekali berarti orang pasrah (negatif) yang tidak mau berusaha untuk memperbaiki hidupnya.
Tahap selanjutnya setelah ikhlas adalah SYUKUR. Dan bila kita sudah dalam keadaan ini maka kita akan TENANG untuk memikirkan langkah2 selanjutnya untuk hidup kita agar terus menjadi lebih baik. Lebih ber-empati terhadap keadaan sekeliling dan melakukan sesuatu untuk orang-orang di sekeliling kita.
Hm... menulis ini sepertinya memaksa diriku untuk berpikir APAKAH HIDUP itu? Semoga aku sudah berada didalam jalur yang benar. Amien.
Baru minggu lalu aku merasa sangat happy menjadi orang yang sangat beruntung dengan segala rejeki yang diberikan olehnya. Tapi minggu ini aku merasakan kebalikannya. Up and down teruss....
Jujur, aku masih merasa terus berada dalam pencarian. Masih gelisah. Walau aku tahu seharusnya terlalu banyak hal yang harus aku syukuri dalam kehidupanku. Mempunyai suami taat beragama yang sangat baik perangainya dan seorang anak yang menentramkan hati adalah salah satunya. Belum pernah mengalami masalah keuangan/ekonomi yang amat sangat parah adalah hal lainnya. Semua berjalan baik-baik saja...
Tapi kenapa dengan yang baik-baik itu aku tetap merasa gelisah??? Aku merasa kekuranganku adalah tidak teguh! Tidak teguh dalam mencari jawaban atas kegelisahanku. Sesekali merasa dapat titik terang, tapi kemudian hilang lagi. Tapi tentunya aku tak mau menghadapi masalah yang amat sangat berat untuk membuatku menjadi lebih teguh mencari jawaban-jawaban atas pertanyaanku! Naudzubillah minzalik.
Sepertinya ya... aku memang tidak teguh melakukan apa-apa yang perlu aku lakukan. Contoh kecil, rajin minum obat misalnya. Tidak terus menerus mengikuti keinginan untuk makan enak. Telaten mendengarkan celoteh anakku. Hm... dan banyak lagi.
Mula-mula ada rasa tak ingin untuk berjumpa dengan mereka, teman2ku dari masa 20 tahun yang lalu itu. Tapi akhirnya, dari pertemuan hari ini aku mendapatkan sebuah artikel bahwa hidup ini adalah tentang PERJUMPAAN. Sesungguhnya setiap perjumpaan adalah jawaban atas segala kegelisahan hati kita. Mudah-mudahan.
Setelah mengalami hal-hal stagnan dalam karirku, segala yang baik-baik dalam hidupku, pencarian jawaban atas kegelisahanku, aku betul-betul berharap besok atau bahkan saat ini aku bisa BERUBAH untuk menjadi lebih TEGUH!
Ya Allah, semoga engkau mendengarkan doaku. Amien...
*
Sunday, February 8, 2009
FB Lagi!
Still amaze with FB nih... !!
Somehow teman-temanku dari setiap tahap hidupku saling connecting! Teman sekolah, kuliah dan bekerja ternyata teman di PPRI juga! What a small world!
Facebook memang benar menjadi fenomena. Menyambung silaturahmi dengan gaya baru di abad baru ini, jaman komputerisasi ini.
Tidak perlu meninggalkan tempat kita bisa "bertemu" dengan kerabat, teman dan sahabat melalui dunia maya.
What an amazing world!
Somehow teman-temanku dari setiap tahap hidupku saling connecting! Teman sekolah, kuliah dan bekerja ternyata teman di PPRI juga! What a small world!
Facebook memang benar menjadi fenomena. Menyambung silaturahmi dengan gaya baru di abad baru ini, jaman komputerisasi ini.
Tidak perlu meninggalkan tempat kita bisa "bertemu" dengan kerabat, teman dan sahabat melalui dunia maya.
What an amazing world!
Thursday, January 29, 2009
Anakku Sakit
*
Ini minggu ke-dua Alif sakit. Awal minggu lalu saat tidur malam hari dia panas. Menurut dokter amandel dan adenoid-nya membesar dan harus diangkat. Hhhh! Betapa terkejutnya aku mendengar advise dokter. Sepanjang minggu itu aku dan suami mencari bermacam pendapat mengenai penyakit anakku. Betapa membingungkan... karena sebagian dokter menyatakan perlu dan sebagian yang lain menyarankan penundaan bahkan tdak perlu dioperasi. Sebagai orang awam kami pun menjadi bingung dan panik. Tapi sejurus kemudian dengan berjalannya waktu akhirnya kami memutuskan untuk menundanya...
Tapi apa yang terjadi tengah minggu ini saat anakku panas lagi dan aku memutuskan untuk ambil cuti hari ini, kebimbangan melandaku lagi. Jadi, apakah aku perlu membawa ke dokter THT lagi yang pasti menyarankan operasi segera... atau tetap menunda?
Ya Allah, bantulah kami dan angkatlah penyakit dari tubuh anak kami.
Amien...
*
Ini minggu ke-dua Alif sakit. Awal minggu lalu saat tidur malam hari dia panas. Menurut dokter amandel dan adenoid-nya membesar dan harus diangkat. Hhhh! Betapa terkejutnya aku mendengar advise dokter. Sepanjang minggu itu aku dan suami mencari bermacam pendapat mengenai penyakit anakku. Betapa membingungkan... karena sebagian dokter menyatakan perlu dan sebagian yang lain menyarankan penundaan bahkan tdak perlu dioperasi. Sebagai orang awam kami pun menjadi bingung dan panik. Tapi sejurus kemudian dengan berjalannya waktu akhirnya kami memutuskan untuk menundanya...
Tapi apa yang terjadi tengah minggu ini saat anakku panas lagi dan aku memutuskan untuk ambil cuti hari ini, kebimbangan melandaku lagi. Jadi, apakah aku perlu membawa ke dokter THT lagi yang pasti menyarankan operasi segera... atau tetap menunda?
Ya Allah, bantulah kami dan angkatlah penyakit dari tubuh anak kami.
Amien...
*
Wednesday, January 14, 2009
Sakitku...
*
Haduh... sakit koq dimana-mana... Kemaren sampai tidak masuk kantor karena maag-ku kembali melilit dengan sakitnya tak tertahankan... Daripada meng-aduh2 di kantor lebih baik istirahat di rumah. Hari ini, harus melanjutkan perawatan ke dokter gigi... gigiku malah berdenyut lagi. Melanjutkan kondisi tubuh yang sedang tidak fit seharian ini juga kepalaku juga sakit berdenyut-denyut. Alhasil leher dan mata susah berada dalam keadaan "sadar".
Mmmhhh... cobaan sakit yang tidak enak dirasakan dalam sehari ini. Semoga tidak berlanjut sampai besok!
*
Haduh... sakit koq dimana-mana... Kemaren sampai tidak masuk kantor karena maag-ku kembali melilit dengan sakitnya tak tertahankan... Daripada meng-aduh2 di kantor lebih baik istirahat di rumah. Hari ini, harus melanjutkan perawatan ke dokter gigi... gigiku malah berdenyut lagi. Melanjutkan kondisi tubuh yang sedang tidak fit seharian ini juga kepalaku juga sakit berdenyut-denyut. Alhasil leher dan mata susah berada dalam keadaan "sadar".
Mmmhhh... cobaan sakit yang tidak enak dirasakan dalam sehari ini. Semoga tidak berlanjut sampai besok!
*
Subscribe to:
Posts (Atom)