-
Mendengar celotehan Alif dengan ayahnya malam kemarin membuatku tertawa geli kembali. Topik pembicaraan tidak jauh dari Robot, mainan kesukaannya saat ini. Salah satu pertanyaannya adalah seperti ini: ”Ayah, kalau MANUSIA KETEMU HANTU kan KABUR… terus kalau ROBOT KETEMU HANTU gimana, Yah?”. "Manusia kabur kalau ketemu hantu", kesimpulannya ini buatku cukup lucu.
Ayahnya menjelaskan bahwa robot tidak punya jiwa, perasaan dan dilanjutkan oleh Alif , “Juga tidak punya jantung, hati dan juga otak. Robot itu bisanya cuma bisa diperintah saja”. “Iya, jadi Robot kalau lihat hantu ya diam saja… (tidak kabur!)”, lanjut ayahnya.
Dan seperti biasa pula, bila penjelasannya masuk akal baginya, Alif tidak akan terus mendesak untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Tampaknya dia cukup puas dan melanjutkan pembicaraan kembali tentang hal yang lain...
Semoga saja ayahnya sabar meladeni anak satu-satunya ini... Yang sabar ya, Yah...:)
-
Monday, November 9, 2009
U F O
-
Yang ini sudah terjadi beberapa minggu yang lalu. Merujuk kepada berita terakhir yang menarik perhatiannya, Alif menceritakan kembali apa yang dilihatnya di TV kepada ayahnya, dan yang pasti, dibumbui dengan segala imajinasinya. Seperti biasa, ceritanya akan sangat panjang, bersambung-sambung, lamaaa sekali. Dan malam itu, ayahnya lagi-lagi “terjebak” dengan celotehannya... :)
Karena lokasi bercerita di dalam kamar dan mendengarkan sambil terkantuk-kantuk, ayahnya pun jatuh tertidur dan tiba-tiba dalam keadaan tidak sadar memberi komentar, ”Tenang, Lif…nanti kita tangkap satu, ya…”. Mendengar itu, Alif yang sedang asyik bercerita tersentak dan menjawab, ”Apa, Yah?? KITA TANGKAP SATU??”. Tampaknya tak masuk akal baginya, bagaimana cara menangkap satu buah UFO? Tentu saja ini adalah suatu hal yang baru untuknya.
Sejurus dengan teriakan Alif, ayahnya terbangun setengah kebingungan, dan Alif pun tersadar dan masih dengan setengah berteriak bertanya, ”Ayah nge-lindur, ya??” setelah menyadari apa yang dia bicarakan tidak “nyambung” dengan komentar ayahnya.
Hahaha… tersibaklah rahasia ayahnya, dimana setiap kali ia mendengar suara anaknya itu somehow akan membuatnya merasa sangat nyaman dan rileks sehingga akhirnya selalu saja mengantuk. Sejak itu Alif selalu membaca situasi dahulu sebelum bercerita, dia tidak mau lagi “tertipu”, bahkan sekarang membaca pun di dalam hati… untuk menghindari ayahnya mengantuk lagi. Ia masih ingin ditemani ayahnya dalam keadaan terjaga bukan tertidur...
-
Yang ini sudah terjadi beberapa minggu yang lalu. Merujuk kepada berita terakhir yang menarik perhatiannya, Alif menceritakan kembali apa yang dilihatnya di TV kepada ayahnya, dan yang pasti, dibumbui dengan segala imajinasinya. Seperti biasa, ceritanya akan sangat panjang, bersambung-sambung, lamaaa sekali. Dan malam itu, ayahnya lagi-lagi “terjebak” dengan celotehannya... :)
Karena lokasi bercerita di dalam kamar dan mendengarkan sambil terkantuk-kantuk, ayahnya pun jatuh tertidur dan tiba-tiba dalam keadaan tidak sadar memberi komentar, ”Tenang, Lif…nanti kita tangkap satu, ya…”. Mendengar itu, Alif yang sedang asyik bercerita tersentak dan menjawab, ”Apa, Yah?? KITA TANGKAP SATU??”. Tampaknya tak masuk akal baginya, bagaimana cara menangkap satu buah UFO? Tentu saja ini adalah suatu hal yang baru untuknya.
Sejurus dengan teriakan Alif, ayahnya terbangun setengah kebingungan, dan Alif pun tersadar dan masih dengan setengah berteriak bertanya, ”Ayah nge-lindur, ya??” setelah menyadari apa yang dia bicarakan tidak “nyambung” dengan komentar ayahnya.
Hahaha… tersibaklah rahasia ayahnya, dimana setiap kali ia mendengar suara anaknya itu somehow akan membuatnya merasa sangat nyaman dan rileks sehingga akhirnya selalu saja mengantuk. Sejak itu Alif selalu membaca situasi dahulu sebelum bercerita, dia tidak mau lagi “tertipu”, bahkan sekarang membaca pun di dalam hati… untuk menghindari ayahnya mengantuk lagi. Ia masih ingin ditemani ayahnya dalam keadaan terjaga bukan tertidur...
-
Tuesday, September 8, 2009
Again??
*
Ini adalah hari ke-18 berpuasa. Tapi aku sekali lagi harus menjalaninya di sini, di rumah sakit ini! Huh, gemessss.... kenapa harus rawat inap lagi sih? Aku kan ingin berkegiatan seperti biasa! Bisakah aku benar2 pulih??
Ya Allah, berilah aku kekuatan dan kesehatan. Amien...
_______________________________________
Baru saja dokter jaga datang, menjelaskan pertanyaanku tentang hasil rontgen. Dapat sedikit pencerahan. Aku harus cari tahu lebih banyak tentang penyakit yang bercokol ditubuhku ini untuk mulai memeranginya.
Ayo Nia! Kamu bisa! :D
*
Ini adalah hari ke-18 berpuasa. Tapi aku sekali lagi harus menjalaninya di sini, di rumah sakit ini! Huh, gemessss.... kenapa harus rawat inap lagi sih? Aku kan ingin berkegiatan seperti biasa! Bisakah aku benar2 pulih??
Ya Allah, berilah aku kekuatan dan kesehatan. Amien...
_______________________________________
Baru saja dokter jaga datang, menjelaskan pertanyaanku tentang hasil rontgen. Dapat sedikit pencerahan. Aku harus cari tahu lebih banyak tentang penyakit yang bercokol ditubuhku ini untuk mulai memeranginya.
Ayo Nia! Kamu bisa! :D
*
1st Interview for Alif
*
Lagaknya seperti biasa... bila ke kantor ibunya dan bertemu banyak kolega kerjaku pasti Alif berulah. Aku pikir dia berulah demi meminta perhatian lebih. Biasa... anak manja... secara anak cuma satu gitu loh.
Hari itu, Jumat 28 Agustus 2009, pukul 02:00 siang adalah jadual wawancara pertama Alif untuk beasiswa sekolah yang diselenggarakan oleh kantorku. "Waduh, hebat ya... kecil2 sudah diwawancara.", itu komentar dari beberapa kolega kerjaku yang kami temui dalam perjalanan menuju ke dalam ruangan wawancara di lantai 7.
Lalu, mulailah kegelisahan Alif. Dia mulai 'ngadat' tidak mau menulis namanya di daftar hadir yang disediakan oleh panitia penyelenggara, HRD. Jujur, hampir tak sabar aku melihatnya. Lalu kami duduk bersama dengan anak2 lain menunggu wawancara dimulai. Lalu... tiba2 Alif mulai menangis! Lha, aku sempat bingung kenapa. Tapi lalu aku mengerti bahwa ternyata Alif sangat gugup menghadapi pengalaman pertamanya ini. Apalagi setelah kami melihat setting ruang wawancara yang terlihat sangat formil.
Rupanya pula... tangannya sangat DINGIN.
Uh, ini juga pengalaman pertamaku, menemani Alif yang begitu gugup sampai-sampai tangannya dingin. Aku terus berusaha membesarkan hatinya. Tangisnya semakin kencang saat namanya dipanggil sampai aku perlu meminta agar Alif diperbolehkan mengikuti giliran berikutnya saja.
"Ibu bantu doa dari sini ya, Nak" itu yang aku ucapkan untuk menenangkan hatinya. Alhamdulillah, kemudian Alif lebih tenang saat melangkah masuk ruang wawancara. Semoga pengalaman ini dapat membantunya lebih percaya diri.
Alif menyelesaikan sesi wawancaranya dengan baik, walaupun volume suaranya sangat kecil saat menjawab pertanyaan. Tapi tak apalah, karena teman2nya yang lain juga bersuara sama :).
Yang tak kusangka adalah saat dia menyampaikan cita2nya menjadi Ilmuwan! Lagi2 dia terpengaruh oleh temannya saat itu. Haduh, padahal tak pernah sekalipun aku mendengar cita2nya yang satu itu!
Lalu ingin tahu apa yang dijawabnya waktu ditanya siapa nama Eyangnya? "'Yang Kung dan 'Yang Ti" !!!
Alif mengikuti sesi wawancara ini setelah lolos tahap administrasi. Alhamdulillah, ketekunan Alif di sekolah membuahkan hasil. Alif berhasil mendapatkan beasiswa itu. Scholarship from Nestle Indonesia!!
Selamat ya Alif, anakku sayang... Alif memang anak pintar. Terimakasih sudah membuat ibu bangga! :)
***
Lagaknya seperti biasa... bila ke kantor ibunya dan bertemu banyak kolega kerjaku pasti Alif berulah. Aku pikir dia berulah demi meminta perhatian lebih. Biasa... anak manja... secara anak cuma satu gitu loh.
Hari itu, Jumat 28 Agustus 2009, pukul 02:00 siang adalah jadual wawancara pertama Alif untuk beasiswa sekolah yang diselenggarakan oleh kantorku. "Waduh, hebat ya... kecil2 sudah diwawancara.", itu komentar dari beberapa kolega kerjaku yang kami temui dalam perjalanan menuju ke dalam ruangan wawancara di lantai 7.
Lalu, mulailah kegelisahan Alif. Dia mulai 'ngadat' tidak mau menulis namanya di daftar hadir yang disediakan oleh panitia penyelenggara, HRD. Jujur, hampir tak sabar aku melihatnya. Lalu kami duduk bersama dengan anak2 lain menunggu wawancara dimulai. Lalu... tiba2 Alif mulai menangis! Lha, aku sempat bingung kenapa. Tapi lalu aku mengerti bahwa ternyata Alif sangat gugup menghadapi pengalaman pertamanya ini. Apalagi setelah kami melihat setting ruang wawancara yang terlihat sangat formil.
Rupanya pula... tangannya sangat DINGIN.
Uh, ini juga pengalaman pertamaku, menemani Alif yang begitu gugup sampai-sampai tangannya dingin. Aku terus berusaha membesarkan hatinya. Tangisnya semakin kencang saat namanya dipanggil sampai aku perlu meminta agar Alif diperbolehkan mengikuti giliran berikutnya saja.
"Ibu bantu doa dari sini ya, Nak" itu yang aku ucapkan untuk menenangkan hatinya. Alhamdulillah, kemudian Alif lebih tenang saat melangkah masuk ruang wawancara. Semoga pengalaman ini dapat membantunya lebih percaya diri.
Alif menyelesaikan sesi wawancaranya dengan baik, walaupun volume suaranya sangat kecil saat menjawab pertanyaan. Tapi tak apalah, karena teman2nya yang lain juga bersuara sama :).
Yang tak kusangka adalah saat dia menyampaikan cita2nya menjadi Ilmuwan! Lagi2 dia terpengaruh oleh temannya saat itu. Haduh, padahal tak pernah sekalipun aku mendengar cita2nya yang satu itu!
Lalu ingin tahu apa yang dijawabnya waktu ditanya siapa nama Eyangnya? "'Yang Kung dan 'Yang Ti" !!!
Alif mengikuti sesi wawancara ini setelah lolos tahap administrasi. Alhamdulillah, ketekunan Alif di sekolah membuahkan hasil. Alif berhasil mendapatkan beasiswa itu. Scholarship from Nestle Indonesia!!
Selamat ya Alif, anakku sayang... Alif memang anak pintar. Terimakasih sudah membuat ibu bangga! :)
***
Saturday, August 29, 2009
Wednesday, August 26, 2009
Puasa
*
Marhaban Ya Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga kita semua diperkenankan mendapatkan segala keberkahan bulan suci ini dan diberi kemudahan dalam menjalankannya. Amien...
*Monday, August 10, 2009
Mukena-ku Hilang Separuh!
-
Aneh... bukankah mukena belakangan ini (mengikuti trend yang ada) memang selalu berpasangan2 - bagian atas (rukuh/kerudung panjang) dan bagian bawah (serupa/pengganti sarung)? Tetapi mengapa setelah melalui proses pembersihan seperti biasa alias dicuci dan setrika oleh "asisten" baru-ku itu cuma kembali sebahagian? Alias cuma bagian atas saja! Kemana yang bagian bawah-nya ya??
Padahal mukena yang satu ini punya nilai historis tersendiri karena ia datang dari sasrahan di upacara perkawinanku dulu. Aduh... :(
Aneh!
Pertanda apa ya ini? *hiks*
-
Aneh... bukankah mukena belakangan ini (mengikuti trend yang ada) memang selalu berpasangan2 - bagian atas (rukuh/kerudung panjang) dan bagian bawah (serupa/pengganti sarung)? Tetapi mengapa setelah melalui proses pembersihan seperti biasa alias dicuci dan setrika oleh "asisten" baru-ku itu cuma kembali sebahagian? Alias cuma bagian atas saja! Kemana yang bagian bawah-nya ya??
Padahal mukena yang satu ini punya nilai historis tersendiri karena ia datang dari sasrahan di upacara perkawinanku dulu. Aduh... :(
Aneh!
Pertanda apa ya ini? *hiks*
-
Subscribe to:
Posts (Atom)